Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Protes pecah di ibu kota Yaman, Sana’a, pada Ahad (4/3/2018) melawan milisi Syiah Houtsi yang dihadiri puluhan warga sipil setelah milisi menutup stasiun pengisian bahan bakar untuk hari keenam berturut-turut.

Media Yaman melaporkan bahwa warga sipil mengorganisir demonstrasi dan membakar ban mobil di depan gedung sekretariat. Pendemo menutup jalan utama di depan gedung, sementara milisi telah meningkatkan kehadirannya di jalan-jalan, terutama di daerah yang rawan demonstrasi, lansir Al Arabiya.

Protes menyebar ke berbagai wilayah di ibu kota menyusul upaya milisi untuk menekan demonstrasi lainnya di daerah pertanian di mana mereka menangkap sejumlah pendemo di tengah ketidakpuasan publik yang terus meningkat.

Selama berhari-hari, stasiun pengisian bahan bakar telah ditutup dan antrian warga terus memanjang untuk mencoba mengisi tabung mereka. Harga gas telah melonjak tajam di pasar gelap dan di SPBU resmi, harga 1 tabung gas (20 liter) mencapai 7.000 sampai 9.000 riyal yang sebelumnya harganya hanya 4.000 riyal.

Milisi Syiah menghasilkan uang dalam jumlah besar dari perdagangan gelap minyak, yang diperkirakan oleh sebuah penelitian lokal berjumlah sekitar 1,5 juta USD per hari dari bensin saja.  (haninmazaya/arrahmah.com)

0 komentar: