Breaking News
Loading...

Oleh Zulkarnain El-Madury

Hukum rimba Syiah ini menjadi salah satu acuan Syiah berhubungan mesra dan gairah di depan orang banyak. Tanpa resiko dosa atau haram dan dengan meng-atasnamakan Imam Mereka yang memberikan legitimasi hukum halalnya. Tentu dipandang secara Syar’i, adalah sangat tidak pantas dan haram hukumnya mempertontonkan aurat terbuka, apalagi hubungan intim suami Istri.Bagaimana mungkin aksi liar di depan banyak Orang ini bisa halal, din difatwakan sebagai sebagai perbuatan biasa, mustahil bisa dilakukan oleh manusia yang sehat akal.

Dari Abdullah bin Abi Yafur bahwa Abu Abdullah (alaihi salam) ditanya tentang pria yang melakukan hubungan intim dengan budak perempuan dari gadis budak miliknya, sementara di rumah ada seseorang yang mendengar dan menyaksikannya. Imam menjawab : "Tidak mengapa hal itu.

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program Syiahindonesia.com.

Ke No. Rek. an. MASHUDI

Bank Mandiri:

9000009170961

Cantumkan kode unik pada nominal transfer dengan angka 234. Contoh donasi Rp. 1.000.000,-, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp.1.000.234,-. Barokallahu fikum wa jazakumullah khairal jaza'

0 komentar: