Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kondisi Iran memanas setelah demonstrasi di berbagai kota meletus untuk memprotes kebijakan ekonomi di negara tersebut. Sejumlah orang tewas dalam demonstrasi yang dimulai pada 28 Desember lalu.

Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain mengungkapkan bahwa Indonesia tidak usah ikut campur dalam urusan negara orang lain. Namun Indonesia harus mengambil hikmah dari peristiwa demonstrasi yang sudah memakan korban tewas tersebut.

“Pertama, Iran itu bukan negara kita, dia punya kedaulatan sendiri, kita tidak usah ikut campur dalam hal ini. Cuma kita memandang bahwa pemerintah yang mengaku menjalankan akidah Syiah ternyata membunuh rakyatnya sendiri,” ungkapnya saat dihubungi Kiblat.net, Kamis (04/01/2018).

Ia pun menegaskan, bahwa Republik Iran yang mengatasnamakan Islam, harus (ada) yang menjelaskan bahwa Islam mereka bukanlah Islam Ahlussunah Wal Jama’ah, sebagaimana yang ada di Indonesia.

“Karena demonstrasi yang kita lihat kalau sikap orang-orang yang berpaham Syiah begitu tega membunuh orang yang sepaham dengan akidah dan rakyatnya sendiri hanya karena demo. Jadi alangkah berbahayanya kalau Syiah berkuasa di Indonesia, dan di sini nanti dia akan dengan mudah membunuh orang yang beda paham di Indonesia,” ungkapnya.

Ia pun kembali menegaskan dan mengingatkan jangan sampai Syiah diterima di Indonesia. Karena berkaca pada negara Iran di sana menggunakan politik pencitraan dan melakukan pembunuhan terhadap rakyatnya sendiri. (kt/headlineislam.com)

0 komentar: