Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Teheran- Aksi protes yang dilakukan rakyat Iran terhadap Ayatollah Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani semakin memanas. Penyampaian anspirasi berupa perbaikan ekonomi nyatanya tak berjalan mulus. Pemerintah justru menjawab protes tersebut dengan tembakan.

Sejauh ini dua orang dilaporkan tewas setelah aparat keamanan Iran melepaskan timah panas ke arah pengunjuk rasa pada Sabtu (30/12/2017). Aksi protes ini menjadi yang terbesar di Iran sejak tahun 2009 dan telah berlangsung sejak Jumat pekan ini.

Seperti dikutip dari Guardian, tewasnya dua pengunjuk rasa itu terjadi Kota Dorut. Informasi ini pertama kali tersebar melalui media sosial. Diperlihatkan, pengunjuk rasa mengangkut tubuh para korban yang ditembak oleh aparat di lokasi kejadian. Diperlihatkan, pemerintah Iran sendiri hingga saat ini belum mengeluarkan konfirmasi berkenaan insiden tersebut.

Sementara itu, di sejumlah kota lainnya aksi protes semakin memanas. Massa juga tampak telah merobohkan poster Ayatollah Khamenei.

Aksi unjuk rasa ini pertama kali pecah pada hari Kamis (28/12/2017) di Kota Mashhad. Massa menuntut kepada Ayatollah Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani agar adanya perbaikan dalam ekonomi negara. Aksi dengan cepat menjalar ke seluruh negara Iran.

Sedangkan pihak keamanan menahan diri selama 48 jam pertama protes. Namun setelah itu sejumlah kebijakan mulai dilakukan seperti pemotongan akses internet di Teheran untuk meredam penyebarluasan kerusuhan. Kiblat.net

0 komentar: