Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com -  Tiada angin tiada hujan, tiba2 dari Riyadh PM Libanon Sa'ad al-Hariri mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada 4 Nov 2017.
Campur tangan Iran yang terlalu dalam via sayap politik militernya; Hizbullat Syi'ah membuat gerakan Pemerintah Libanon terkekang. Seolah pemerintah tidak punya daulat dan otoritas penuh, sehingga kebijaksanaan pemerintah serta kekuatan militer dimainkan dan dipermainkan oleh Iran via Hizbullat.

Pasca pengumumam pengunduran diri PM Libanon, Penguasa Bahrain, Kuwait, Emarat dan Saudi meminta warga negaranya agar segera meninggalkan Libanon. Mengindikasikan konflik politik dan militer akan semakin tajam.

Beginilah akibatnya jika syi'ah dibiarkan berkembang di sebuah negara muslim, jika tidak membuat keonaran, maka mereka akan mengintimidasi pemerintah atau bahkan mengkudeta dan merobohkannya. Dan mereka tidak akan melakukan hal ini pada negara kafir.

Hendaklah Indonesia mengambil pelajaran dari Irak, Libanon, Suria, Bahrain, dan negara-negara muslim lainnya yang kacau secara politik, militer dan keamanan gara-gara virus syi'ah yang bergentayangan!

Fanpage: Dukung MUI Keluarkan Fatwa Syi'ah Sesat Dan Haram Di Indonesia

0 komentar: