Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Jakarta – Tokoh Syiah Indonesia Umar Shahab dalam acara diskusi jurnal di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu malam (16/02), menyebutkan di hadapan para peserta diskusi bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan ABI dan IJABI, keberadaan Syiah sudah menyebar luas ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan sampai ke Irian sekalipun.

“Adapun menurut data akurat, jumlah keseluruhan penganut Syiah berjumlah dua hingga tiga juta orang, yang tersebar di seluruh Indonesia. Syiah sudah menyebar di seluruh pelosok Indonesia dan tidak ada satu kota besar manapun yang tidak ada penganut Syiahnya bahkan di Irian,” jelasnya.

Lebih lanjut, selain jumlahnya yang banyak, dalam wawancara dengan Kiblat.net Ketua Dewan Syuro ABI ini juga mengaku bahwa Syiah juga memiliki banyak lembaga pendidikan dan yayasan yang tersebar di beberapa kota.

“Ormas cuma dua ABI sama IJABI. Tapi kalau yayasan Syiah itu lebih dari dua ratus. Kalau lembaga pendidikan ada banyak, di Bandung, Pekalongan, Bangil. Lembaga sosial ada, walaupun tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Akan tetapi, alumni ke-6 Qum ini secara tegas menolak keberadaan OASE, lembaga Syiah yang dipimpin oleh Emilia Renita. Menurutnya, Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) memiliki pandangan takfiri.

“Emilia ini punya pandangan takfiri, kalau dibilang kecenderungan yang takfiri. Karena beliau itu adalah ketua OASE, maka secara otomatis, ia akan mengangkat nama OASE. Tapi apakah pemikiran ini diterima di kalangan Syiah? Nggak, tertolak,” ucapnya.

Selain itu, Umar Shahab membenarkan bahwa OASE tidak memiliki banyak anggota. Disebabkan banyaknya komunitas Syiah yang menolak keberadaannya.

“Komunitas Syiah menolak ini, kalau toh ada yang ikut, itu nggak lebih dari 10 orang. Jadi kalau kelompok ini jika disebut representasi dari syiah takfiri? Iya,” katanya. (kiblat)

0 komentar: