Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Militer Bashar Assad mengumumkan mendukung operasi milisi Syiah Hizbullah Lebanon di Jarod Arsal, perbatasan antara Suriah-Lebanon. Pekan lalu, milisi yang memiliki negara di dalam negara itu menggulirkan operasi militer di wilayah strategis itu.

Media militer Suriah, Senin (24/07), menyebutkan bahwa pasukannya meraih kemajuan di Jarod Arsal. Di antara daerah yang direbut, Wadi Ma’ruf, Wadi Kahil, Wadi Za’ur, Wadi Ad-Dam dan Wadi Daqiq.

Di saat yang sama, kantor berita Iba’ milik Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) yang pejuangnya aktif di Jarod Arsal mengatakan bahwa jet tempur rezim mendukung milisi Hizbullah dalam pertempuran di Jarod Arsal, Qalamun Barat, pedesaan Damaskus. Beberapa kali serangan udara mengenai lokasi mujahidin.

Jarod Arsal terletak antara kota Arsal (Suriah) dan Belbek (Lebanon). Wilayah yang didominasi pegunungan ini dikontrol oleh tiga kekuatan, Daulah Islamiyah (ISIS), Hai’ah Tahrir Al-Syam dan Saraya Ahlus Syam.

Milisi Syiah Hizbullah pekan lalu mengumumkan meluncurkan serangan terhadap pejuang Suriah di daerah tersebut. Bahkan, informasi yang beredar, mereka telah mengeluarkan pejuang Saraya Ahlus Syam dari Jarad Arsal setelah menjalin kesepakatan.

Para pejuang HTS di Jarod Arsal sebelumnya anggota Jabhah Fath Al-Syam pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani. Karena letaknya dekat dengan basis Hizbullah Lebanon, beberapa kali mujahidin melakukan operasi penyerangan yang menghantam markas milisi bentukan Iran itu.

Perlu dicatat, operasi militer milisi Syiah ini terjadi di saat oposisi dan rezim melalui kesepakatan Astana menandatangani wilayah de-eskalasi. Kesepakatan itu nampaknya membuat front-front rezim dan milisi Hizbullah semakin sedikit. Oleh karenanya, mereka memanfaatkan hal itu untuk memfokuskan pertempuran di daerah-daerah yang tidak termasuk zona de-eskalasi. (kiblat)

0 komentar: