Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Beijing – Sebuah perusahaan Cina dan Iran dilaporkan telah menyepakati kontrak pertama pembuatan reaktor nuklir.

Dalam hal ini, kementerian luar negeri Cina menyatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kontrak komersial pertama untuk mendesain ulang reaktor nuklir tahan air, Arak Iran sebagai bagian dari kesepakatan internasional yang dicapai pada tahun 2015.

Jubir kemenlu Cina, Lu Kang memaparkan pada Jum’at (21/04) bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani di Wina pada hari Ahad mendatang, dengan kesepakatan awal yang telah dicapai di Beijing.

Terkait hal ini, Lu menambahkan bahwa Cina dan Amerika Serikat adalah kepala kelompok untuk bekerja sama dalam proyek Arak Iran ini.

“Penandatanganan kontrak ini akan menciptakan kondisi yang baik untuk memulai proyek perancangan ulang secara substansial,” katanya.

Walau demikian, menlu AS Rex Tiller menuduh pemerintah Iran melakukan provokasi guna mengacaukan negara-negara Timur Tengah. Untuk itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai meninjau kembali kebijakannya terhadap Iran.

Tillerson mengatakan bahwa peninjauan ini tidak hanya akan memeriksa kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir saja, namun juga akan memeriksa tindakannya di wilayah yang menurutnya merongrong kepentingan AS termasuk di Suriah, Iraq, Yaman dan Lebanon. (kiblat)

0 comments: