Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Aleppo – Laporan terbaru lembaga organisasi HAM internasional, Human Rights Watch (HRW), menunjukkan bahwa AS bertanggung jawab atas tewasnya puluhan warga sipil di kota Jineh, pedesaan Aleppo, bulan lalu.

Menurut laporan yang dilansir portal enabbaladi.net pada Selasa (18/04) itu, Amerika Serikat disebut gagal mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk menghindari daerah-daerah sipil, saat menyerang sebuah masjid di kota Jineh, yang dipenuhi warga.

Berdasarkan investigasi HRW, para korban merupakan warga sipil yang tengah melaksanakan salat. Sementara daftar seluruh korban menunjukkan tidak ada satupun yang menguatkan klaim AS tentang adanya anggota Hai’ah Tahrir Al-Syam di lokasi sasaran.

Laporan HRW ini didasarkan pada kesaksian petugas lembaga Pertahanan Sipil Suriah yang saat itu mengevakuasi korban. Selain itu, HRW juga mengambil informasi dari lembaga pengawas HAM Suriah.

Dari analisa foto dan video yang diambil HRW dari lokasi, menegaskan bahwa lokasi adalah masjid. Foto dan video itu telah dikonfirmasi ke lapangan.

Hasil laporan melihatkan serangan rudal AS itu menyebabkan dua lubang besar. Serangan pertama tepat mengenai masjid sehingga membuat jamaah berhamburan keluar menyelamatkan diri, sementara serangan kedua menimbulkan puluhan korban tewas.

Jet tempur Amerika Serikat pertengahan Maret lalu meluncurkan dua rudal Hellfire ke kompleks Masjid Umar bin Khattab di kota Jinah, pedesaan Aleppo. Total korban tercatat 70 orang tewas. Saat itu, diperkirakan 300 lebih jemaah menghadiri salat Isya berjamaah yang disambung dengan kajian keislaman. (kiblat)

0 comments: