Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Jenewa – Salah-satu delegasi oposisi Suriah di Jenewa menyatakan, rezim Assad terus saja melancarkan serangan udara, guna menyabotase perundingan damai jilid IV yang sedang berlangsung saat ini. Mohammed Al-Shimali negoisator Suriah dari bangsa Turkmen mengatakan bahwa serangan rezim Assad masih bergulir, bertujuan untuk menghancurkan perundingan.

“Rezim Assad telah melancarkan pemboman di Suriah dan menargetkan warga sipil. Sebenarnya rezim telah meruntuhkan pembicaraan Jenewa dengan serangan ini,” katanya pada Ahad (26/02).

Di sela-sela hari keempat perundingan Jenewa jilid IV, Al-Shimali mengatakan bahwa serangan udara intensif sedang berlangsung, terutama selama tiga hari terakhir di distrik Al-Waer, Al-Qaboun dan Barzeh

“Situasi ini juga melanggar kesepakatan yang dicapai oleh delegasi rezim dan Rusia untuk mengakhiri pengepungan Al-Waer,” ujarnya.

Bulan lalu, Turki, Rusia dan Iran telah menengahi pembicaraan di ibukota Astana untuk memperkuat gencatan senjata di Suriah. Selama pembicaraan tersebut, Rusia sendiri berkomitmen berupaya untuk mencegah pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Assad.

“Serangan ini bertentangan dengan janji Rusia di Astana. Mencapai gencatan senjata di Suriah adalah faktor yang paling penting untuk memulai proses penyelesaian politik,” paparnya.

Lantas, Al-Shimali meminta Rusia untuk menepati janji kepada pasukan oposisi dan masyarakat internasional. Para negoisator dari pihak oposisi mengancam, apabila serangan tersebut tidak segera dihentikan maka pembicaraan Jenewa kemungkinan akan bubar. (kiblat)

0 komentar: