Breaking News
Loading...

Umatuna.com, Homs – Sejumlah pria bersenjata merampok konvoi bantuan kemanusiaan internasional yang diperuntukkan untuk daerah terkepung yang dikontrol oposisi di Suriah. Milisi tersebut membawa hasil rampokan ke wilayah kontrol rezim, sebagaimana dilaporkan PBB Rabu kemarin (22/02).

Koordinator Operasi Kemanusiaan PBB, Stephen O’Brien, mengatakan bahwa sekelompok orang bersenjata mencegat konvoi bantuan PBB dalam perjalanan menuju lingkungan Al-Wa’ar yang terkepung, daerah kontrol oposisi terakhir di Homs. Gerilyawan itu membawa barang rampokan menuju wilayah kontrol rezim dan menahan sopir truk sebelum akhirnya dibebaskan

Portal alsouria.net mengatakan bahwa gerilyawan tersebut merupakan milisi Syiah pro rezim Assad. Berdasarkan laporan kontributornya, insiden itu terjadi Senin lalu.

Kontributor alsouria.net di Homs, Yakrob Ad-Dali, menjelaskan bahwa perompokan bantuan kemanusiaan itu dilakukan oleh milisi Syiah bernama Liwa Ar-Ridha. Konvoi bantuan dihadang saat dalam perjalanan menuju lingkungan Al-Wa’ar.

Dali melanjutkan, milisi itu didukung Iran dan sebagian anggotanya juga anggota milisi Syiah Hizbullah Lebanon. Mereka bermarkas di desa Al-Mazru’ah di Homs yang dikenal pro rezim. Sedikitnya 22 –dari total 35– mobil dalam rombongan bantuan kemanusiaan itu mereka bawa ke markas.

Seorang sumber penanggung jawab koordinator masuknya bantuan ke lingkungan Al-Wa’ar mengatakan bahwa milisi Liwa Ar-Ridha merampok konvoi bantuan PBB dan menghadangnya menuju lingkungan Al-Wa’ar beberapa hari ini.

Sumber yang meminta tidak disebutkan namanya itu menambahkan bahwa milisi tersebut mengambil alih kemudi truk-truk bantuan itu dan membawanya ke desa AAl-Mazru’ah. setelah seluruh isisnya yang terdiri dari makanan dan obat-obatan dibongkar, mereka mengembalikan truk-truk itu kembali ke lokasi pencegatan.

Dalam dua bulan terakhir, hanya tiga konvoi bantuan saja yang bisa menembus lingkungan Al-Wa’ar. O’Brien menyebut itu masih sangat kurang bagi warga sipil yang terblokade.

Menurut rencana, dua konvoi bantuan kembali dikirim ke Al-Wa’ar pekan ini. Namun satu konvi sudah dipastikan tidak bisa masuk karena terus mendapat serangan sniper. (kiblat)

0 komentar: