Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Ratusan laskar Islam yang tergabung dalam Laskar Umat Islam Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi ritual Asyuro Syiah di Masjid Yayasan Nuruts Tsaqolain, Petek, Kota Semarang, Selasa (11/10/2016) siang. Aksi itu berhasil menekan jumlah peserta Asyuro Syiah menjadi bagian kecil.

Dengan pengawalan ketat dari pihak umat Islam, gabungan laskar melakukan orasi sekaligus dakwah tentang kesesatan Syiah didepan para laskar umat Islam dan warga sekitar yang turut hadir.

Ustadz Surowijoyo, salah satu orator menyampaikan kesesatan dan bahaya Syiah. Dalam orasinya ia mengatakan Syiah melecehkan Nabi Muhammad Saw.

“Syiah mengaku Islam tapi mengina Nabi Muhammad. Saya beri tahu istrinya nabi yang namanya Aisyah itu disebut pezina, anda orang Islam rela apa tidak? itulah Syiah,” cetusnya.

223Aktifis asal Solo itu melanjutkan, Syiah kerap memfitnah istri-istri nabi Muhammad, Hafsoh istri dari Nabi dituduh meracuni Rasulullah Saw. “Terus garwane sing setunggale namine hafsoh niku didakwo peracun Nabi, bener opo mboten? (Terus istri yang satunya yang bernama hafsoh itu dituduh meracuni Nabi, benar apa tidak? -red)” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Lutfi mengatakan, mayoritas warga sekitar tidak mengetahui apa itu Syiah serta bahaya laten yang akan ditimbulkan. Namun, dengan fakta yang ada ia berharap seluruh kaum Muslim Jawa Tengah khususnya Semarang dapat bergabung, cegah perkembangan Syiah.

“Harapan kami ditahun yang akan datang, bukan hanya kami yang mengadakan aksi serupa. Tapi bersama warga kita cegah perayaan Syiah yang sangat menyesatkan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Ketua GPK Yogyakarta, Fuad Andreago mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan gabungan laskar Umat Islam. Sebab, aksi itu dapat menekan jumlah ribuan peserta Asyuro Syiah menjadi puluhan peserta.

“Hasil maksimal yang kita capai di Semarang tadi yaitu menggeser acara Syiah laknatullah ke tempat yang lebih terbatas yaitu di markas mereka di Petek, menekan jumlah mereka yang biasanya ribuan, jadi kurang dari seratus orang, kita juga memaksa mereka untuk membubarkan diri sebelum waktunya selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya perwakilan ormas-ormas Islam sudah melakukan audiensi di kantor Gubernuran yang dihadiri wakil-wakil kementerian agama, ketua MUI, wakil permerintahan dan aparat. Hasil diskusi itu berujung dengan diadakan diskusi lanjutan yang mendalam antara para ulama MUI dan kemenag menegenai kesesatan ajaran Syiah. (jurnalislam)

0 comments: