Breaking News
Loading...


Syiahindonesia.com - Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Hijrah Kota Tegal Habib Tohir bin Abdullah Al Kaff, mewanti-wanti agar aliran sesat syiah jangan sampai berkembang di Kota Tegal dan merusak ahlus sunnah wal jamaah (aswaja).

"Ada yang mengobok-ngobok negara, TNI membela karena sudah menjadi kewajiban. Sementara ada yang mengobok-obok aswaja, maka ulama ada di barisan terdepan," kata Habib Tohir tegas di depan ribuan jamaah Al Khidmah dan Jamiyyah Rotib se-Kota Tegal Kota dan Kabupaten Tegal dan jajaran Pemerintah Kota Tegal. Habib Tohor sampaikan tausiah dalam Tabligh Akbar 1 Muharram 1437 H di Alun-alun Kota Tegal, Selasa (13/10) malam.

Apa yang dikatakan Habib Tohir sesuai tema Tabligh Akbar yaitu NKRI, Aswaja Harga Mati, sehingga Habib Tohir meminta pemerintah untuk menangkal kedua aliran tersebut agar tidak berkembang di Kota Tegal. Habib Tohir juga meminta jamaah untuk bergerak cepat tanpa kekerasan mengingatkan kepada kedua alliran tersebut.

"Kalau masih berjalan, laporkan ke polisi, polisi tidak bisa bertindak maka para pemuda akan buka dada. Takutlah ancaman Nabi Muhammad kepada orang yang tidak peduli umat, maka nabi tidak peduli kamu," ungkap Habib Tohir berapi-api.

Sementara mengenai makna peringatan 1 Muharram, setelah waktu maghrib sebagai pergantian tahun menuju 1 Muharram, para jamaah tabligh akbar melaksanakan amalan sholeh. Sehingga Habib Tohir mengajak jamaah untuk berdoa agar diwaktu-waktu kedepan di tahun 1437 H, perbuatan dan amalan sholeh itu selalu dijaga oleh Allah SWT. (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: