Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Hidayah adalah sebuah karunia bagi hamba-hamba-Nya yang terpilih, ia bisa melalui perantara manusia agar hidayah itu tersampai, namun tetap pada akhirnya Allahlah yang berhak memberikan hidayah itu, apakah ia pantas menerimanya ataukah tidak.

Allah berfirman: "Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendai-Nya kepada jalan yang lurus." (AL-Baqarah: 213)

Dan Allah juga berfirman: "Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscahya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk." (Az-Zumar: 23)

Jadi, seberapa besar ikhtiyar manusia untuk menyampaikan kebenaran, kalau toh Allah tidak memilihnya sebagai pemilik hidayah, maka tidaklah ia akan mendapatkan hidayah.

Tanggal 29 Agustus lalu, Emilia Renita melalui laman Facebooknya menuliskan sebuah status bahwa ada seorang perempuan yang mendakwahinya agar bertaubat dari Syiah.

" Wahai Emilia Renita Az apa yang menyebabkan anda begitu sulit menerima kebenaran? Sudah terlalu banyak anda menebar kebodohan dan kebencian di tengah2 umat. Mari saya ajak anda untuk jalan2 di atas manhaj yang haq dan tinggalkan agama yang anda anut sekarang. Karena agama anda itu bukan agama Allah tapi agama Syaithon." tulis Emilia dalam status Faceboknya (29/8/15)

Bukannya di indahkan, istri kang Jalal dedengkot Syiah di Indonesia ini malah berbangga diri dengan statusnya sebagai Rafidhah.

"Terima kasih atas perhatiannya bu Aisyah.. ini foto saya asli.. dengan nama asli..dan aku bangga jadi rafidha.. gapapa deeh, dibilang zionis atau apapun label yang seluruh manusia nisbatkan kepadaku..
Smoga dengan predikat RAFFIDHA ini, abadi selamanya padaku, dan kubawa kehadapan KEKASIH HATI di hari pembalasan nanti.. " bantahnya kepada perempuan yang mendakwahinya.

Siapakah sejatinya kelompok Syiah Rafidhah itu?

Adapun rafidhah secara bahasa bermakna meninggalkan. Adapun secara istilah rafidhah adalah suatu aliran yang menisbatkan dirinya kepada syiah (pengikut) ahlul bait, namun mereka berlepas diri (baro’) dari Abu Bakar dan Umar bin Khathab, serta seluruh sahabat yang lain kecuali beberapa dari mereka, juga mengkafirkan dan mencela mereka.

Sebagian ulama menyatakan bahwa sebab penamaan Rafidhah adalah karena mereka meninggalkan dan menolak (rofadho) kepemimpinan (imaamah) Abu Bakar dan Umar. Dengan meyakini bahwa kepemimpinan yang seharusnya sepeninggal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah ditangan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhum.

Namun mayoritas ulama menyatakan bahwa penamaan rafidhah bermula pada masa Zaid bin Ali Rahimahullah. Yang mana ketika itu beliau meyakini bahwa Ali lebih utama dibandingkan Utsman. Beliaupun masih memberikan loyalitasnya kepada Abu Bakar dan Umar dan menganggap mereka sebagai manusia terbaik sepeninggal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Namun ternyata diantara pengikutnya yang telah berbaiat kepadanya ada sebagian orang yang justru mencela Abu bakar dan Umar. Maka zaid pun langsung menegur dan mengingkari mereka, hingga akhirnya mereka berpecah belah dan meninggalkan Zaid bin Ali. Maka Zaid pun berkata kepada mereka, “kalian telah meninggalkanku” (rofadhtumuunii), maka sejak saat itulah mereka dikenal dengan nama Rafidhah.

Dengan demikian, telah jelas bahwa pengikut Syiah di Indonesia adalah proyek Iran yang hendak melebarkan sayap imamahnya di tanah air kita ini. Mereka adalah kelompok Syiah imamiyah itsna 'asyariyah rafidhah yang menolak khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman serta memiliki doktrin yang menyimpang dari ajaran Islam. Maka, kaum muslimin Indonesia harus selamat dari doktrin sesat para penganut Syiah di Indonesia ini. (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: