Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Menurut sumber media yang dekat dengan Hizbullat di Lebanon, milisi proksi Teheran tersebut telah mencatat korban tewas tertinggi di antara anggotanya di Suriah, hingga saat ini pada bulan Juli, berjumlah setidaknya 250 orang.

Dilansir ShahbaPress dikutip Middle East Update, sebagian besar milisi tewas dalam pertempuran sengit dengan Pasukan pejuang Suriah di Zabadani, provinsi Damaskus, selain itu juga terdapat korban tewas di lokasi lain di mana mereka berjuang atas nama Teheran untuk rezim Assad.

Meskipun didukung hiruk pikuk serangan udara dan tembakan artileri berat oleh rezim Assad, milisi Lebanon telah menderita kekalahan besar dalam upayanya untuk merebut Zabadani, jalur penting dalam rute transit antara Lebanon dan Damaskus, dari tangan pasukan pejuang Suriah yang selalu berhasil memukul mundur upaya mereka.

Pertempuran di Zabadani, telah mengubah kota yang terkenal dengan resor yang indah, hancur menjadi puing-puing.

Pejuang Suriah telah memperingatkan Nasrallah bahwa ia telah mengirim pasukannya di Suriah ke dalam jurang, dari mana mereka tidak akan kembali ke rumah kecuali dalam peti mati terbungkus kain kuning. Dimana hal ini sangat bertolak belakang dengan pidato Nasrallah tentang ‘kemenangan.’

Teheran dan kelompok proksi nya juga menderita kekalahan di propinsi Aleppo dan Idlib, di mana Jaysh Al Fath telah berhasil memenangkan pertempuran melawan rezim dan aliansinya.

Karena tingginya jumlah korban jiwa yang diderita di Suriah, Hizbullat meningkatkan upaya untuk merekrut lebih banyak tentara bayaran di Lebanon.

Kematian sejumlah besar anggota yang berpengalaman, bagaimanapun, berarti bahwa mereka semakin bergantung pada pengiriman pejuang dengan sedikit pengalaman dan pelatihan untuk bertarung di negara tetangga, yang akan mengakibatkan jumlah korban tewas semakin tinggi. (antiliberalnews.com/syiahindonesia.com)

0 comments: