Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Bukan hanya Ulil Dedengkot JIL Liberal, tapi ABI Syiah Juga Bergembira atas Tepilihnya Pemimpin NU dan Muhammadiyah

Di tengah para muqolid – fanatikus NU dan Muhammadiyah lagi bersusah payah menepis sorotan tajam bahwa pemimpin NU dan Muhammadiyah hasil muktamar 2015 itu adalah orang-orang liberal dan pendukung aliran sesat syiah, justru muncul suguhan tampaknya manis tapi beracun.

Apa itu?

“Kado” ucapan selamat atau ikut bergembira atas terpilihnya para pemimpin NU dan Muhammadiyah yang datangnya dari dedengkot liberal Ulil Abshar Abdalla. Ulil menyampaikan ucapan:

“NU dan Muhammadiyah dipimpin oleh Dr. Said Aqil Siradj dan Dr. Haedar Nasher. Dua figur yang berwawasan pluralis. Melegakan!” ujar tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdala melalui akun twitternya @ulil, Kamis (7/8) malam.
Seperti diketahui, Muktamar NU ke-33 di Jombang Jawa Timur telah memilih Dr. Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU. Sedang Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar Sulawesi Selatan telah menetapkan Dr. Haedar Nasher sebagai Ketua Umum Muhammadiyah./http://tabayyunnews.com

Dapat diduga, para muqolid-fanatikus NU dan Muhammadiyah bagai mendapat hadiah yang justru memojokkan mereka. Hingga makin tersudut, karena sedang berupaya keras menepis tudingan negatif tentang pemimpin baru mereka yang kaitannya dengan faham liberal yang telah diharamkan MUI 2005, tahu-tahu yang muncul justru hidangan dari JIL liberal Ulil.

Bahkan ketika kegalauan yang belum teratasi itu masih menyelimuti, tahu-tahu datang pula sajian beracun juga, yaitu “kado” ucapan selamat dari ABI syiah di Indonesia. Sehingga upaya para muqolid-fanatikus NU dan Muhammadiyah yang sudah berpayah-payah menepis tudingan terkontaminasi liberal dan pro syiah itu seakan jadi sirna sia-sia, akibat datangnya ucapan selamat dari kaum sesat liberal dan syiah itu.

Sebaiknya, dua ormas besar Islam (NU dan Muhammadiyah) berpikir ulang. Hendaknya konsisten, Ormasnya itu benar-benar digunakan untuk perjuangan Islam, bukannya untuk dijadikan sarang kaum sesat baik itu liberal maupun pendukung syiah.

Setelah kenyataannya seperti itu dan sulit berkelit, maka jalan yang baik adalah mengakui, bahwa NU dan Muhammadiyah sekarang sudah berkhianat ganda:

Satu, berkhianat kepada umat Islam wabil khusus para anggota NU dan Muhammadiyah. Kedua, dan ini paling fatal, yaitu telah menipu Allah Ta’ala. Betapa ruginya, tentu saja.

Dua pengkhianatan itu mengakibatkan para muqolidnya bertindak semena-mena, di antaranya telah menzalimi orang yang mengingatkan bahwa NU dan Muhammadiyah telah keliru memilih pemimpinnya yang terindikasi liberal dan pro aliran sesat syiah. Menzalimi yang mengingatkan, maksudnya apa?

Maksudnya, banyak para fanatikus NU dan Muhammadiyah telah mencaci maki sejadi-jadinya terhadap orang yang mengingatkan kasus liberal dan pro syiah di tubuh NU dan Muhammadiyah itu. Padahal, mencaci maki orang muslim itu adalah kefasikan, menurut hadits Nabi saw.
«سِبَابُ المُسْلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ» رواه البخاري

“Mencaci orang Islam adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran.” ( hadits riwayat Bukhari).

 Apakah yang begini juga masih akan dicaci juga? Kebangetan tenan, kalau begitu!

(nahimunkar.com/syiahindonesia.com)

0 comments: