Breaking News
Loading...

Ali Khamene'i, petinggi Syiah Imamiyah
Syiahindonesia.com - Pada saat ini Saudi Arabia merupakan Negara yang berhukum  dengan hukum Islam selain Brunei Darusalam maka tak heran jika banyak dari orang – orang kafir yang membeci Negara Saudi Arabia termasuk Negara Majusi Syiah Iran, sehingga tak heran ketika mereka tak segan-segan mebuat berita - berita palsu yang bertujuan menjelekkan Saudi Arabiya dimata kaum muslimin dunia dan umumnya di dunia, sehingga Agama Islam terkesan jelek dan tidak beradab

Diantara banyaknya berita Palsu yang disebar oleh media mainstream dan banyak pula orang-orang yang share berita tersebut tanpa ada kroscek,  yang mana hal ini sangat di sayangkan sekali, sehingga membuat kami dari situs berbasis Islam membuat pembelaan dan krarifikasi terhadap kebenaran berita tersebut, diantara berita palsu tentang Saudi Arabia yang tersebar di kalangan masyarakat Indonesia khususnya ini ialah :

1. Akan Dibuka Halal Sex Shop di Kota Makkah

Rumor akan dibukanya pernak-pernik bercinta di kota suci Makkah ini pertama kali berasal dari situs berita Maroko, Alyaoum24, yang di beritakan pada tanggal 12 April 2015 lalu yang kemudian diberitakan kembali oleh media-media besar, di antaranya International Business Times dan Al Arabiya.  Alyaoum24 sendiri merupakan situs berita yang sering menyajikan cerita-cerita sensasional, namun terkadang sering menyesatkan.

Namun kemudian dua media besar tadi mengklarifikasi berita itu dan menuliskan bantahan dari pengusaha yang disebut dalam berita tersebut. Abdelaziz Aoragh, nama pengusaha itu, menganggap apa yang ditulis oleh Alayaoum24 tidak benar dan merupakan pelintiran dari hasil wawancaranya dengan situs berita itu beberapa waktu lalu.

Kisah halal sex shop ini mendunia 10 hari kemudian setelah harian Inggris, The Independent, menuliskannya, mengutip Alyaoum24, tanpa mengklarifikasi atau membetulkan kesalahan informasi di dalamnya.sehingga masyarakat dunia pun termakan oleh isu bohong itu. Mereka rame-rame mencela dan mencibir Arab Saudi atas berita yang sedsungguhnya hoax tersebut.

Jika kita jujur dalam pemberitaan tersebut, sesungguhnya hal tersebut adalah ulah syiah karena mereka ingin menutup-nutupi pemberitaan mengenai imam-imam syiah mereka yang doyan seks dan gonta-gontai pasangan dengan dalih atas dasar perintah agama, Padahal agama Islam sendiri tidak pernah memerintahkan akan hal itu, Bahkan hal tersebut termasuk dalam zina

Jika mereka mengatakan hal tersebut atas dasar agama, maka sesungguhnya agama yang mereka maksud di sini adalah agama syiah itu sendiri yang menghalalkan nikah mut'ah, sampai pada bayi pun

Wal Iyadzubillahi min Dzalik...

2. Fatwa Ulama Bolehnya Makan Daging Istri
Awal bulan ini, berita palsu dari sebuah situs berita Maroko bernama “Code” menuliskan bahwa Mufti Besar Saudi Arabia Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan suami memakan daging istrinya sendiri .

Kisah ini laris diberitakan juga oleh media-media pro-Iran, seperti Tayyar.org dari Lebanon atau stasiun berita Al-Allam yang didanai Teheran. Saking ramainya diberitakan, pihak Saudi terpaksa mengeluarkan bantahan resmi.

Dalam wawancara dengan CNN Arab, redaktur situs berita tersebut, Ahmad Nujaim, mengakui bahwa berita di medianya adalah bohong. Dia mengatakan bahwa tulisan di Code itu adalah artikel satire politik dan ditulis di kolom satire bernama “Akhbar al-Tanz” yang artinya “berita sarkastik.”

“Kami tidak anti Arab Saudi, dan kami tidak mengincar mereka, kami membuat lelucon terhadap semuanya,” kata Nujaim

3. Israel Bantu Arab Saudi Serang Yaman
Kabar hoax tentang Israel membantu Arab Saudi saat perang melawan pemberontak Syiah Hutsi di Yaman ini dilansir oleh beberapa situs berita nasional, dan yang pertama adalah merdeka.com. Merdeka.com merujuk ke Global Research yang berdomisili di Kanada, Ketika menurunkan berita ini. Sementara situs tersebut mengutip dari akun FB Hassan Zayd, seorang tokoh pengikut setia mantan presiden Ali Abdullah Saleh. Seorang tokoh utama gerakan pemberontakan Syi’ah Hutsi di Yaman.

Anehnya, berita yang cukup sensasional ini tidak diberitakan oleh media berita internasional di Timur Tengah, semacam ARAB NEWS, Al Arabiya dan Al Jazeera. Bahkan media-media barat yang sekuler pun tidak memberitakannya, sebut saja seperti CNN, REUTERS, BBC, CNBC dan lain sebagainya. Padahal kita tahu mereka punya kepentingan besar terhadap berita tersebut seandainya berita tersebut  benar.

Selain itu andaikan berita ini benar, situs lembaga kajian militer dan keamanan global terpercaya seperti Janes pasti akan memberitakan informasi ini. Karena berita ini merupakan sesuatu yang sensasional. Sehingga layak ditelaah dalam kajian geopolitik Timur Tengah. akan tetapi ternyata mereka tak memberitakannya

4. Arab Saudi Deportasi Pria Ganteng
Masih ingat berita tiga pemuda Uni Emirat Arab diusir dan diancam di deportasi oleh polisi syariah Arab Saudi ?

Berita itu ramai diperbincangkan di tanah air. Situs-situs berita nasional terutama yang berada di barisan utama turut menjadi penggembira. Bagi mereka yang penting laku, sensasi dan menaikkan rating. Tak begitu penting untuk menyaring dan mengklarifikasi validitas berita itu. Beberapa situs berbahasa Inggris juga seperti Dailymail dan New York Daily News. Sebagian mengutip sumber berita dari situs emirates247.com.

Setelah kami cari-cari, ternyata ditemukan fakta bahwa berita “gara-gara ganteng tiga pria Emirat diusir Saudi” terindikasi sebagai HOAX.

Di situs etsalati.com, ketua umum Badan Amar Makruf Nahi Munkar, Syekh Abdul Lathif Ali Syekh menampik dan membantah tentang kebenaran isu yang dihembuskan di media Arab dan internasional bahwa pihaknya mengusir tiga pemuda Emirat Arab yang bertugas dalam pameran kebudayaan. Ia menegaskan semua berita yang terkait pengusiran itu tidak ada dan tidak benar. Itu semua bohong dan berita hoax, tegas Ali Syekh.

Seorang faebooker berusaha menelusuri sumber utama berita tersebut, yang dikatakan sebagai media lokal berbahasa arab. Setelah searching di Google, di dapatilah nama situs Elaph.com. dan perlu kita ketahui bersama bahwa Elaph.com merupakan surat kabar online berbahasa Arab yang berhaluan liberal dan bermarkas di London, Inggris. Bukan di Arab Saudi !

Media tersebut adalah milik jurnalis liberal Othman al-Omeir yang sengaja memilih London sebagai basis medianya, agar bisa bebas dari sensor pemerintahan Arab Saudi dan sehingga mereka bisa menawarkan dan menyebarkan sudut pandang liberal mereka kepada pembacanya dengan aman.

5. Arab Saudi Cambuk Wanita Korban Perkosaan
Seorang wanita di Arab Saudi yang menjadi korban pemerkosaan berkelompok, divonis hukuman cambuk sebanyak 200 kali serta enam bulan penjara. Dia dianggap bersalah karena berbicara pada media. Kabar ini disampaikan oleh kantor berita Syiah, PressTV pada Sabtu, 7 Maret 2015.

Berita ini disebarkan beberapa media mainstream tanah air seperti, Rakyat Merdeka, Liputan 6, Viva dan Sindo. Namun sebenarnya berita ini tidak benar alias hoax yang disebarkan pertama kali oleh jaringan berita Syiah, Press TV.

Sumber kedua yang menjadi rujukan adalah direktur Human Rights Watch Kenneth Roth yang menulis status di laman Twitternya yang langsung di-retweet- ribuan followernya.

Kontan saja berita ini dibantah oleh media-media Saudi, tak kurang Middle East Broadcasting Corporation melalui jaringan televisinya yang dikenal lumayan liberal juga ikut membantahnya.

Lucunya, Kennet Roth, ketika menyadari bahwa berita tersebut adalah hoax, buru-buru menghapus twitnya. Disebut bahwa sumber gambar beritanya adalah dari Indonesia. Anehnya, di Indonesia masih ada yang ngotot bahwa berita itu benar.

Warga Indonesia di Arab Saudi, Abdullah Haidir, menyatakan, “Kemungkinan berita tersebut didaur ulang lagi dari putusan pengadilan yang pernah terjadi di Saudi tahun 2006. Memang ada pengaduan korban perkosaan. Para pelakunya 6 atau 7 orang, dihukum penjara, sedang wanitanya dihukum cambuk.

Mengapa? Menurut pengadilan ada kasus hubungan gelap.”

“ Di Saudi,” tambahnya, “Perbuatan zina memang masuk dalam delik hukum. Jika ada pria dan wanita berada di tempat yang mencurigakan tanpa bukti pernikahan, dapat dihukum. Nah.. lalu berita tersebut diramai-ramaikan oleh pers Barat, dengan isu korban perkosaan dihukum cambuk. Sudah jadi korban dihukum pula.”

6. Makam Rasulullah Hendak Dibongkar
Isu akan dibongkarnya makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam oleh pemerintah Arab Saudi untuk perluasan Masjid Nabawi telah memicu protes keras kaum muslimin dunia, termasuk di Indonesia. Berita ini tersebar pertama kali oleh surat kabar Inggris, The Independent dan Daily Mail.

Sementara pihak Kerajaan Saudi menyangkal dan menyatakan bahwa informasi tersebut adalah palsu. Kerajaan menuding pemberitaan yang dilakukan oleh The Independent dan Daily Mail adalah bersumber dari sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Yayasan untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bukan dari Kerajaan!

Dalam penjelasan yang didapat surat kabar Al Arabiya dari seorang pejabat tinggi kerajaan Saudi mengatakan, “ Perihal pemindahan makam Nabi Muhammad adalah keputusan peneliti bukan pemerintah.”

Ketidakbenaran berita itu pun semakin tegas setelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertabayyun, meminta klarifikasi langsung dari pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besar Arab Saudi di Indonesia, Mustofa bin Ibrahim al Mubarok.

Menag menegaskan bahwa dirinya sudah mendapatkan penjelasan resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa tidak ada rencana pemindahan makam Nabi. Kemudian Menag juga menghimbau agar umat muslim di Indonesia tidak terpancing dan tersulut emosinya oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat muslim di dunia.

7. Rumah Nabi di Makkah Dijadikan WC Umum
Kabar rumah Nabi shalallahu 'alaihi wa salam dijadikan wc umum sempat menghebohkan umat muslim di negeri kita. Mereka menyalahkan Kerajaan Saudi yang menghancurkan rumah Rasulullah tersebut. Namun ternyata apa yang mereka sangka itu tidaklah benar. WC umum yang dibangun itu justru bertempat di lokasi rumah Abu Jahal, salah seorang paman Rasulullah yang keras permusuhannya terhadap Islam dan kaum muslimin.

Dalam menyikapi permasalahan sensitif seperti ini memang butuh pengkajian secara intensif. Tidak bisa kita percayai begitu saja kabar-kabar yang ada. Melainkan harus tabayyun dan mendahulukan husnudzan agar tidak keliru mengambil kesimpulan.

Demikianlah beberapa kabar yang terbukti hoax yang berusaha dialamatkan ke negara Arab Saudi yang merupakan satu-satunya negara hampir sempurna dalam menerapkan syariat Islam oleh negara-negara sekuler dan liberal yang membenci Islam termasuk syiah. Sudah sepantasnya bagi kita sebagai muslim, mengambil pelajaran agar tidak gegabah dan gampang percaya dengan berita-berita yang disampaikan orang-orang kafir, melainkan hendaknya mendahulukan sikap tabayyun dan berbaik sangka atas saudara kita lainnya (negara Arab Saudi, -red). Wallahu a’lam. (seindahsunnah.com/syiahindonesia.com)

0 comments: