Breaking News
Loading...

Syiah dan Upaya Menghapus Sejarah Perjuangan Sahabat


Syiahindonesia.com -
Sejarah kemuliaan dan kejayaan Islam tidak dapat dipisahkan dari peran monumental para sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka adalah generasi terbaik (khairu qurun) yang telah mengorbankan jiwa, harta, serta seluruh hidup mereka untuk mengawal dakwah Rasulullah, mengodifikasikan Al-Qur'an, merawikan As-Sunnah, dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh pelosok dunia. Kendati demikian, dalam perjalanan sejarah ideologi keagamaan, keberadaan dan jasa-jasa emas generasi sahabat ini senantiasa menjadi sasaran utama delegitimasi, celaan, serta upaya sistematis dari kelompok Syiah untuk menghapus jejak sejarah perjuangan mereka dari ingatan kaum Muslimin.

Upaya pendistorsian dan penghapusan sejarah sahabat oleh kelompok Syiah bukan sekadar isu perebutan kekuasaan politik di masa lalu, melainkan bagian dari desain teologis yang terencana. Melalui narasi penyesatan, rekayasa riwayat palsu, dan pencitraan buruk, kelompok ini berusaha menggeser persepsi masyarakat agar menganggap generasi sahabat sebagai barisan orang-orang yang mengkhianati perintah Nabi sepeninggal beliau.

Motif Ideologis di Balik Penghapusan Sejarah Sahabat

Untuk memahami mengapa kelompok Syiah begitu masif dalam menyerang dan menghapus sejarah kebaikan para sahabat Nabi, perlu ditelaah fondasi teologi doktrin Imamah. Dalam teologi Syiah, kepemimpinan dua belas imam adalah bagian dari rukun iman yang diwasiatkan secara mutlak oleh Allah dan Rasul-Nya.

Konstruksi pemikiran ini melahirkan dilema mendasar bagi Syiah:

  1. Fakta Pemilihan Musyawarah: Dalam sejarah otentik, para sahabat Nabi secara mufakat mengangkat Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhum sebagai khulafaur rasyidin melalui musyawarah (Syura) yang sah dan disetujui oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.

  2. Kebutuhan Memfitnah Generasi Terbaik: Agar doktrin Imamah versi Syiah terlihat benar, mereka terpaksa membangun narasi bahwa ratusan ribu sahabat Nabi telah bersepakat melakukan konsprasi jahat membuang wasiat Nabi.

Dengan kata lain, untuk membenarkan ideologi Imamah, Syiah merasa harus memusnahkan kredibilitas sejarah seluruh sahabat yang membaiat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.

Metode Penghapusan dan Pembelokan Sejarah oleh Syiah

Upaya mendistorsi dan menghapus jejak sejarah perjuangan sahabat Nabi dilancarkan oleh Syiah melalui beberapa metodologi yang terstruktur:

1. Doktrin Pengkafiran Massal (Takfir as-Shahabah)

Dalam kitab-kitab standar rujukan utama Syiah seperti Al-Kafi karya Al-Kulaini dan Rijal al-Kysyi, terdapat riwayat-riwayat ekstrim yang menyatakan bahwa seluruh sahabat Nabi telah murtad sepeninggal Rasulullah, kecuali hanya tiga hingga tujuh orang saja (seperti Salman al-Farisi, Abu Dzarr al-Ghifari, dan Miqdad bin al-Aswad).

Penghapusan sejarah ini dilakukan dengan memberikan vonis murtad kepada para pahlawan Badr, Uhud, Khandaq, dan Perjanjian Hudaibiyah. Dengan melabeli mereka sebagai orang-orang murtad, seluruh jasa pengorbanan dan pembebasan negeri-negeri (futuhat) yang dipimpin oleh para sahabat otomatis dihapuskan nilainya dalam pandangan pengikut Syiah.

2. Penghapusan Narasi Futuhat (Pembebasan Negeri-Negeri Islam)

Sejarah mencatat bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiyallahu 'anhum, wilayah Islam meluas secara menakjubkan, menumbangkan dua imperium raksasa dunia saat itu: Byzantium (Romawi Timur) dan Sasanid (Persia). Jutaan manusia masuk ke dalam naungan Islam melalui perjuangan para sahabat.

Namun, dalam literatur sejarah versi Syiah, ekspansi dan pembebasan negeri-negeri ini sama sekali tidak diapresiasi sebagai jihad fi sabilillah. Mereka justru mengaburkan dan menghapus narasi keagungan ini, lalu menggantinya dengan tuduhan bahwa para khalifah tersebut melakukan invasi ilegal tanpa izin dari "Imam Maksum".

3. Pemotongan dan Pemalsuan Karakter Tokoh Sahabat

Karakter mulia tokoh-tokoh sahabat terkemuka diubah secara drastis dalam penceritaan Syiah:

  • Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu: Sosok yang digelari As-Shiddiq karena pembenarannya pada Isra' Mi'raj dan kawan berdua Rasulullah di Gua Tsur dicitrakan secara licik sebagai Perampas Hak.

  • Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu: Sosok pembebas Yerusalem dan pahlawan keadilan yang ditakuti syaitan dicitrakan sebagai penjahat yang merusak rumah Fatimah.

  • Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha: Istri tercinta Rasulullah yang merawikan ribuan hadis dan dijaga kesuciannya langsung dari langit ketujuh dijadikan sasaran celaan dan kecaman abadi.

Pujian Allah dan Rasul-Nya kepada Para Sahabat dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah

Upaya Syiah dalam menghapus dan mencoreng sejarah para sahabat bertentangan secara frontal dengan penegasan tegas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an. Allah menegaskan keridaan-Nya yang abadi bagi generasi Muhajirin dan Anshar dalam Surah At-Taubah ayat 100:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Begitu pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang keras tindakan mencaci dan merendahkan para sahabatnya dalam hadis sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ

"Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku! Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar Gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai satu mud (satu genggaman) pahala infak salah seorang dari mereka dan tidak pula separuhnya."

Memfitnah dan menghapus sejarah sahabat pada hakikatnya adalah serangan langsung terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sebab, jika perantara yang membawa Al-Qur'an dan As-Sunnah (yaitu para sahabat) berhasil dirusak kredibilitasnya, maka syariat Islam itu sendiri akan ikut runtuh.

Bahaya Pembodohan Sejarah bagi Generasi Muda Islam di Indonesia

Di Indonesia, propaganda penghapusan dan pencemaran sejarah sahabat ini disebarkan oleh penganjur Syiah secara halus melalui penerbitan buku-buku sejarah semu, novel fiksi islami, serta konten-konten media sosial. Mereka berusaha menanamkan keraguan (syubhat) di kalangan pelajar, mahasiswa, dan awam perihal peristiwa perselisihan sahabat, seraya menutupi ribuan lembar sejarah kebaikan dan pengorbanan para sahabat.

Langkah-langkah strategis dan sistematis untuk mengantisipasi bahaya ini meliputi:

  1. Gali dan Syiarkan Sejarah Otentik Sahabat: Menggalakkan pengajaran siroh nabawiyah dan sejarah para sahabat (Tarikh as-Sahabah) berdasarkan sumber-sumber primer Ahlus Sunnah yang sahih di setiap majelis, pesantren, dan sekolah.

  2. Kaji Penyeleksian Kritis Riwayat Sejarah: Mengedukasi masyarakat agar mampu membedakan antara riwayat sejarah yang sahih dan riwayat-riwayat cacat/palsu yang dimasukkan oleh para perawi Syiah dalam kitab-kitab tarikh klasik (seperti riwayat Abu Mikhnaf dan Al-Mada'ini).

  3. Tegaskan Sikap Menghormati Seluruh Sahabat: Mengajarkan akidah Salafus Shalih bahwa Ahlus Sunnah mencintai seluruh sahabat Nabi, menahan diri dari perselisihan di antara mereka (amsaku 'amma syajara bainahum), dan memohonkan ampunan bagi mereka semua.

  4. Respon Cepat Propaganda Digital: Menghadirkan konten-konten edukasi sejarah bergambar, video singkat, dan artikel ilmiah untuk meluruskan distorsi sejarah yang disebarkan oleh penganjur Syiah.

Upaya kelompok Syiah dalam menghapus sejarah perjuangan sahabat Nabi adalah bentuk pengkhianatan terhadap fakta keilmuan dan ajaran Islam. Dengan terus memperjuangkan, mengajarkan, dan membela nama mulia para sahabat Nabi, umat Islam di Indonesia akan senantiasa berada di atas jalan yang lurus dan terhindar dari penyimpangan akidah.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: