Breaking News
Loading...

Dalil Ahlus Sunnah atas Keutamaan Abu Bakar dibanding Ali

 


Syiahindonesia.com -
Dalam kajian akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, para sahabat Nabi Muhammad ﷺ memiliki kedudukan yang sangat mulia. Mereka adalah generasi terbaik yang dipilih Allah untuk mendampingi Rasulullah ﷺ, menyebarkan Islam, serta menjaga kemurnian ajaran agama setelah wafatnya Nabi. Di antara para sahabat tersebut, terdapat empat sahabat utama yang dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنهم. Dalam pandangan Ahlus Sunnah, urutan keutamaan mereka sama dengan urutan kekhalifahan mereka, yaitu Abu Bakar sebagai yang paling utama, kemudian Umar, lalu Utsman, dan setelah itu Ali. Pandangan ini didasarkan pada dalil-dalil yang kuat dari Al-Qur’an, hadits, serta kesepakatan para sahabat Nabi.

Artikel ini akan menjelaskan berbagai dalil yang menunjukkan keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه dibandingkan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه menurut pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah.


Kedudukan Para Sahabat dalam Islam

Sebelum membahas secara khusus tentang Abu Bakar dan Ali, penting untuk memahami bahwa seluruh sahabat Rasulullah ﷺ memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam.

Allah berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.”
(QS. At-Taubah: 100)

Ayat ini menunjukkan bahwa para sahabat secara umum mendapatkan keridhaan Allah. Oleh karena itu, Ahlus Sunnah memuliakan seluruh sahabat tanpa membeda-bedakan dalam hal kecintaan.

Namun dalam hal keutamaan (fadhilah), para ulama menjelaskan bahwa sebagian sahabat memiliki keutamaan yang lebih tinggi daripada yang lain.


Dalil dari Al-Qur’an tentang Keutamaan Abu Bakar

Salah satu dalil yang paling terkenal mengenai keutamaan Abu Bakar terdapat dalam kisah hijrah Nabi ﷺ.

Allah berfirman:

إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“Ketika dia berkata kepada sahabatnya: janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
(QS. At-Taubah: 40)

Ayat ini berbicara tentang peristiwa ketika Rasulullah ﷺ bersembunyi di dalam gua bersama Abu Bakar saat hijrah dari Makkah ke Madinah.

Para ulama tafsir sepakat bahwa kata “صَاحِبِهِ” (sahabatnya) dalam ayat tersebut merujuk kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه.

Ayat ini menunjukkan beberapa keutamaan besar Abu Bakar:

  1. Disebut sebagai sahabat Rasulullah ﷺ dalam Al-Qur’an.

  2. Menjadi pendamping Nabi dalam momen paling berbahaya saat hijrah.

  3. Mendapatkan penghiburan langsung dari Rasulullah ﷺ.

Tidak ada sahabat lain yang mendapatkan keistimewaan disebut secara khusus dalam konteks ini.


Hadits tentang Keutamaan Abu Bakar

Banyak hadits sahih yang menunjukkan keutamaan Abu Bakar di atas sahabat lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا غَيْرَ رَبِّي لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا

“Seandainya aku boleh mengambil seorang khalil (sahabat yang sangat dekat) selain Rabbku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan kedekatan luar biasa antara Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar.

Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ

“Ikutilah dua orang setelahku: Abu Bakar dan Umar.”
(HR. Tirmidzi)

Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa Abu Bakar memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam kepemimpinan umat Islam setelah Rasulullah ﷺ.


Abu Bakar Dipilih Menjadi Imam Shalat

Salah satu bukti paling kuat tentang keutamaan Abu Bakar adalah ketika Rasulullah ﷺ menunjuknya untuk menjadi imam shalat saat beliau sakit menjelang wafat.

Dalam hadits disebutkan:

مُرُوا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ بِالنَّاسِ

“Perintahkan Abu Bakar untuk mengimami manusia dalam shalat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat merupakan ibadah paling utama dalam Islam. Ketika Rasulullah ﷺ menunjuk Abu Bakar sebagai imam bagi para sahabat, hal ini menunjukkan kepercayaan besar serta kedudukan yang sangat tinggi bagi Abu Bakar.

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi salah satu isyarat kuat bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling layak memimpin umat setelah Rasulullah ﷺ.


Kesepakatan Para Sahabat dalam Baiat Abu Bakar

Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, para sahabat berkumpul untuk menentukan pemimpin umat Islam. Dalam peristiwa tersebut, para sahabat akhirnya sepakat untuk membaiat Abu Bakar sebagai khalifah pertama.

Bahkan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه sendiri pada akhirnya memberikan baiat kepada Abu Bakar.

Kesepakatan para sahabat ini menunjukkan bahwa mereka mengakui keutamaan Abu Bakar serta kelayakannya sebagai pemimpin umat.

Para ulama Ahlus Sunnah menyebut kesepakatan ini sebagai ijma’ sahabat, yaitu kesepakatan generasi terbaik umat Islam.


Pengakuan Ali terhadap Keutamaan Abu Bakar

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib sendiri mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar.

Diriwayatkan bahwa Ali pernah berkata:

خَيْرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بَعْدَ نَبِيِّهَا أَبُو بَكْرٍ ثُمَّ عُمَرُ

“Sebaik-baik umat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, kemudian Umar.”

Riwayat ini disebutkan oleh sejumlah ulama hadits dalam berbagai kitab.

Hal ini menunjukkan bahwa Ali tidak pernah mengklaim dirinya sebagai sahabat yang paling utama setelah Rasulullah ﷺ.


Urutan Keutamaan Khulafaur Rasyidin

Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa urutan keutamaan sahabat utama adalah sebagai berikut:

  1. Abu Bakar Ash-Shiddiq

  2. Umar bin Khattab

  3. Utsman bin Affan

  4. Ali bin Abi Thalib

Urutan ini didasarkan pada:

  • Dalil-dalil hadits

  • Urutan kekhalifahan

  • Kesepakatan para sahabat

Imam Ibn Taimiyah menjelaskan bahwa mayoritas ulama Ahlus Sunnah memiliki kesepakatan dalam urutan keutamaan ini.


Sikap Ahlus Sunnah terhadap Abu Bakar dan Ali

Meskipun Ahlus Sunnah meyakini bahwa Abu Bakar lebih utama daripada Ali, mereka tetap mencintai dan memuliakan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه sebagai salah satu sahabat besar Rasulullah ﷺ.

Ali memiliki banyak keutamaan, antara lain:

  • Termasuk sahabat yang pertama masuk Islam.

  • Sepupu sekaligus menantu Rasulullah ﷺ.

  • Salah satu sahabat yang dijamin masuk surga.

  • Khalifah keempat dalam Khulafaur Rasyidin.

Oleh karena itu, Ahlus Sunnah menempatkan para sahabat sesuai dengan kedudukan yang telah dijelaskan dalam dalil-dalil syariat tanpa merendahkan salah satu dari mereka.


Kesimpulan

Dalil-dalil dari Al-Qur’an, hadits, serta kesepakatan para sahabat menunjukkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Keutamaannya terlihat dari kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ, perannya dalam peristiwa hijrah, penunjukannya sebagai imam shalat, serta kesepakatan para sahabat dalam membaiatnya sebagai khalifah pertama.

Dalam pandangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Abu Bakar adalah sahabat yang paling utama setelah Rasulullah ﷺ, kemudian diikuti oleh Umar, Utsman, dan Ali رضي الله عنهم.

Namun demikian, seluruh sahabat tetap dimuliakan dan dicintai oleh Ahlus Sunnah karena mereka adalah generasi terbaik yang telah berjasa besar dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

(albert/syiahindonesia.com)




************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 komentar: