Breaking News
Loading...

Bagaimana Syiah Menggunakan Strategi Taqiyah untuk Menyusup

 


Syiahindonesia.com –
Strategi taqiyah merupakan salah satu metode kontroversial dalam ajaran Syiah yang telah dibahas oleh para ulama Sunni sebagai bentuk penyimpangan serius dari prinsip kejujuran Islam. Secara harfiah, taqiyah berarti “menjaga diri” atau “menyembunyikan keyakinan”, namun dalam praktik Syiah, konsep ini sering dipahami secara ekstrem, sehingga memungkinkan pengikutnya untuk menyembunyikan identitas, keyakinan, bahkan menyebarkan kebohongan demi kepentingan mazhab. Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi umat Islam, khususnya di Indonesia, karena membuka peluang infiltrasi ideologi yang menyimpang ke dalam masyarakat Muslim yang mayoritas berakidah Sunni.

Konsep Taqiyah dalam Syiah

Dalam literatur Syiah klasik, taqiyah dianggap sebagai kewajiban strategis ketika seorang pengikut menghadapi ancaman fisik, tekanan politik, atau kemungkinan kehilangan kedudukan agama. Para pemimpin Syiah menekankan bahwa taqiyah tidak hanya boleh, tetapi kadang diwajibkan untuk melindungi iman dan kepentingan mazhab. Ulama Sunni menilai bahwa penggunaan prinsip ini untuk kepentingan politik atau ideologi secara sistematis bertentangan dengan prinsip moral Islam dan nilai kejujuran yang diajarkan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
“Jagalah kejujuran, karena kejujuran akan menuntun kepada kebaikan dan kebaikan akan menuntun ke surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa kebenaran dan kejujuran adalah landasan moral umat Islam, bukan strategi manipulatif untuk kepentingan kelompok tertentu.

Praktik Taqiyah dalam Kehidupan Sehari-hari

Syiah menggunakan taqiyah tidak hanya untuk melindungi diri, tetapi juga untuk mempengaruhi, menyusup, dan bahkan menyesatkan masyarakat Muslim. Contohnya termasuk menyembunyikan identitas mazhab saat berdiskusi dengan Sunni, mengubah narasi sejarah atau akidah ketika berada di komunitas Sunni, dan menyebarkan ajaran Syiah secara terselubung melalui pendidikan atau media sosial. Strategi ini membuat banyak orang awam sulit mengenali penyimpangan sejak awal, sehingga risiko infiltrasi meningkat secara signifikan.

Dampak terhadap Persatuan Umat

Penggunaan taqiyah yang sistematis oleh Syiah berpotensi merusak persatuan umat Islam. Ketika identitas dan tujuan disembunyikan, konflik akidah dapat muncul di antara komunitas yang tampak seragam. Ulama Sunni menekankan pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam urusan agama, karena Islam mengajarkan bahwa dakwah dan pendidikan agama harus dilakukan dengan jujur, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa manipulasi psikologis.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.”
(QS. At-Taubah: 119)

Ayat ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk menolak praktik taqiyah yang digunakan untuk menipu atau menyusup.

Taqiyah dan Media Sosial

Di era digital, praktik taqiyah Syiah semakin berbahaya karena media sosial menjadi sarana penyebaran ideologi secara tersembunyi. Banyak akun yang menyamar sebagai Sunni atau independen namun menyebarkan konten yang mendukung doktrin Syiah, menyesatkan pembaca awam, atau menimbulkan kebingungan tentang akidah dan syariat. Strategi ini memerlukan kewaspadaan tinggi dan literasi digital berbasis ilmu agama untuk mengidentifikasi konten yang menyesatkan.

Strategi Taqiyah dan Bid’ah

Taqiyah juga digunakan untuk membenarkan praktik-praktik Syiah yang menyimpang dari syariat, seperti ritual berkabung ekstrem, penambahan lafaz dalam ibadah, dan klaim keistimewaan imam yang menyerupai otoritas ilahiah. Dengan menyembunyikan keyakinan asli atau memutarbalikkan fakta, Syiah mempermudah pengikutnya melakukan bid’ah tanpa diketahui oleh mayoritas umat Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan agama kami yang tidak berasal darinya, maka amalan itu tertolak.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini jelas menolak praktik agama yang diselewengkan, termasuk melalui strategi taqiyah yang manipulatif.

Kewaspadaan bagi Umat Islam Indonesia

Umat Islam Indonesia, sebagai mayoritas Sunni, harus menyadari bahwa taqiyah bukan sekadar praktik defensif, tetapi telah digunakan Syiah untuk menyusup ke komunitas, pendidikan, dan media. Edukasi akidah, pemahaman syariat, dan penguatan literasi agama berbasis Al-Qur’an dan Sunnah menjadi kunci utama untuk mencegah infiltrasi dan penyesatan.

Penutup

Strategi taqiyah yang digunakan Syiah merupakan bentuk manipulasi yang berpotensi menyesatkan umat Islam dari akidah dan syariat yang benar. Kewaspadaan, edukasi, dan pemahaman yang kuat terhadap prinsip Islam menjadi keharusan agar umat tidak terjerumus dalam praktik yang menyimpang dari wahyu Allah dan Sunnah Nabi ﷺ. Dengan mengenali cara kerja taqiyah, umat dapat mempertahankan keimanan, kejujuran, dan persatuan di tengah tantangan penyebaran paham sesat.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: