Pendahuluan
Pemalsuan hadis oleh kelompok Syiah bukanlah isu baru. Sejak awal kemunculannya di abad pertama Hijriyah, Syiah membangun ajaran mereka bukan di atas Sunnah Nabi ﷺ, tetapi di atas doktrin imamah, dan untuk mempertahankan doktrin itu, mereka menciptakan, mengubah, dan memalsukan hadis. Tujuannya jelas: agar keyakinan yang tidak ada landasannya dalam Islam tampak seolah-olah berasal dari Nabi ﷺ atau ahlul bait.
1. Motif Utama: Membenarkan Doktrin Imamah
Syiah meyakini bahwa:
-
Para imam adalah ma’shum
-
Para imam memiliki ilmu ghaib
-
Para imam lebih tinggi dari malaikat dan nabi selain Rasulullah ﷺ
-
Imamah adalah rukun agama, bahkan lebih penting dari shalat dan puasa
Tidak ada satupun dari semua itu yang memiliki dalil dalam Al-Qur’an atau sunnah. Karena itu, mereka wajib membuat hadis palsu agar doktrin tersebut terlihat “islami”.
2. Penolakan kepada Mayoritas Sahabat Membuka Ruang Pemalsuan
Ahlus Sunnah menerima riwayat dari seluruh sahabat yang adil. Sebaliknya, Syiah:
-
Menganggap hampir semua sahabat murtad
-
Menolak sanad dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah, Muawiyah, Ibnu Umar, dan ratusan sahabat lain
-
Hanya menerima riwayat dari “pendukung Ali” versi mereka
Karena rantai sanad hadis sahih mayoritas berasal dari sahabat yang mereka benci, Syiah harus:
➤ Menciptakan mata rantai periwayatan baru
Yang terdiri dari tokoh-tokoh fiktif atau ekstremis yang mengagungkan imam.
➤ Menciptakan hadis yang cocok dengan ideologi mereka
Karena hadis sahih yang ada bertentangan dengan akidah mereka.
3. Metode Pemalsuan Hadis yang Dipakai Syiah
a. Menisbatkan Perkataan kepada Imam dengan “Ilmu Ghaib”
Contoh ekstrem dari Al-Kāfī:
“Sesungguhnya imam mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.”
— Al-Kāfī 1/260
Ini jelas bertentangan dengan Al-Qur’an.
b. Memasukkan hadis yang menghina sahabat
Agar imamah tampak “logis”, Syiah harus menjatuhkan wibawa Abu Bakar, Umar, dan Aisyah.
Contoh:
“Setelah Nabi wafat, seluruh manusia murtad kecuali tiga orang.”
— Al-Kāfī
Hadis ini mustahil benar karena bertentangan dengan sejarah, ijma’, dan akal sehat.
c. Membuat hadis yang mendukung hukum yang diharamkan Nabi
Contoh: nikah mut’ah.
Dalam kitab Syiah:
“Barang siapa tidak melakukan mut’ah maka ia kufur.”
— Al-Kāfī
Padahal mut’ah telah diharamkan pada Khaibar menurut hadis sahih.
d. Mengubah hadis agar sejalan dengan doktrin raj’ah dan tahrif
Syiah memasukkan riwayat bahwa:
-
Al-Qur’an telah diubah
-
Ahlul bait akan kembali sebelum kiamat
-
Imam Mahdi akan membalas dendam kepada Aisyah dan para sahabat
Tidak ada satu pun yang memiliki dasar.
e. Menambah-nambah keutamaan Ali r.a. secara berlebihan
Contoh:
“Imam Ali memiliki ilmu seluruh kitab dan seluruh zaman.”
— Al-Kāfī
Syiah memalsukan banyak hadis untuk membuat Ali r.a. terlihat seperti “makhluk super”, padahal beliau sendiri menolak pengkultusan.
4. Proyek Pemalsuan Hadis yang Diakui Ulama Syiah Sendiri
Ini penting: ulama Syiah sendiri mengakui adanya pemalsuan masif dalam kitab mereka.
-
Al-Hurr Al-Amili:
“Banyak hadis dalam Al-Kafi, Tahdzib, dan lainnya datang dari jalur pendusta.”
-
Al-Majlisi:
“Lebih dari separuh Al-Kafi adalah dha’if.”
-
Al-Khoei:
“Para perawi dalam literatur kami banyak yang majhul dan pendusta.”
Jika kitab induk mereka saja penuh dengan hadis palsu, bagaimana bisa menjadi dasar agama?
5. Contoh Hadis Palsu Paling Terkenal dalam Syiah
1. Imam lebih tahu dari Malaikat Jibril
“Ilmu para imam lebih luas dari ilmu para nabi dan malaikat.”
— Bihar Al-Anwar
2. Ali diutus sebelum Nabi saat ‘alam arwah’
“Allah menciptakan Ali sebelum Adam dan menjadikan seluruh makhluk bergantung padanya.”
— Al-Kafi
3. Penghalalan mut’ah
Padahal Rasul ﷺ mengharamkannya secara final.
4. Tahrif Al-Qur’an (pengurangan ayat)
Salah satu hadis palsu dalam Al-Kafi:
“Al-Qur’an yang ada di tangan kalian hanyalah sepertiga dari Al-Qur’an yang sebenarnya.”
5. Kebencian terhadap sahabat
“Abu Bakar dan Umar adalah berhala Quraisy.”
— Dalam sebagian riwayat Syiah ekstrem
Pemalsuan seperti ini adalah serangan langsung terhadap generasi terbaik umat Islam.
6. Mengapa Syiah Harus Memalsukan Hadis? (Inti Kesimpulan)
Karena ajaran mereka tidak memiliki landasan Islam.
Tanpa hadis palsu:
-
Tidak ada imamah 12 imam
-
Tidak ada imam ma’shum
-
Tidak ada mut’ah
-
Tidak ada raj’ah
-
Tidak ada tahrif
-
Tidak ada wilayah
-
Tidak ada kultus imam
Semua ajaran ini tidak ada dalam Al-Qur’an, dan tidak ada dalam hadis sahih.
Oleh sebab itu, Syiah harus menciptakan hadis palsu untuk menopang ideologi mereka agar tampak memiliki dalil.
7. Dampak Besar Pemalsuan Hadis Syiah terhadap Umat Islam
-
Perpecahan besar antara umat
-
Lahirnya syariat tandingan
-
Munculnya fitnah terhadap sahabat
-
Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap Sunnah
-
Bertambahnya sekte-sekte ekstrem
Pemalsuan hadis adalah salah satu sumber kerusakan terbesar dalam sejarah Islam.
Penutup
Syiah memiliki sejarah panjang pemalsuan hadis untuk menyesuaikan ajaran mereka dengan Islam. Dengan menolak sahabat, mengangkat imam sebagai makhluk ma’shum, dan memasukkan hadis-hadis palsu ke kitab induk mereka, Syiah membangun sebuah agama yang terpisah dari ajaran Nabi Muhammad ﷺ.
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: