Syiahindonesia.com - Salah satu fakta sejarah yang sering disembunyikan oleh kelompok Syiah adalah peran mereka dalam membantu musuh-musuh Islam sejak masa awal hingga zaman modern. Walaupun mereka mengaku sebagai bagian dari umat Islam, jejak sejarah membuktikan bahwa Syiah berulang kali bersekongkol dengan kekuatan kafir untuk melemahkan dan menghancurkan kaum Muslimin.
Dari masa Abbasiyah hingga era modern, ideologi Syiah terbukti menjadi alat politik bagi kekuatan luar, baik Kristen, Yahudi, maupun sekuler, untuk menyerang Islam dari dalam. Artikel ini akan mengungkap peran kelam tersebut agar umat Islam waspada terhadap propaganda “persatuan” palsu yang sering mereka serukan.
1. Pengkhianatan Syiah terhadap Khalifah Abbasiyah
Pada masa serangan Mongol (656 H / 1258 M), sejarah mencatat bahwa Hulagu Khan berhasil menaklukkan Baghdad dan membunuh Khalifah Al-Musta‘sim Billah. Tragedi ini menandai kehancuran kekhilafahan Abbasiyah — dan di baliknya terdapat pengkhianatan besar seorang Syiah bernama Ibnu Al-‘Alqami, wazir (menteri) khalifah saat itu.
Ibnu Al-‘Alqami secara rahasia bersekongkol dengan pasukan Mongol, membuka benteng Baghdad, dan memberikan informasi penting mengenai kelemahan pasukan Muslim. Akibat pengkhianatan itu, ratusan ribu umat Islam dibantai.
Para sejarawan seperti Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah dan Adz-Dzahabi menegaskan bahwa pengkhianatan Syiah inilah yang mempercepat kejatuhan Baghdad dan menutup era kejayaan Islam klasik.
2. Kerjasama Syiah dengan Tentara Salib
Ketika tentara Salib menyerang dunia Islam pada abad ke-11–13 M, kaum Syiah — khususnya Fatimiyah di Mesir dan Ismailiyah di Syam (Suriah) — justru menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan dengan pasukan Kristen Eropa.
Bahkan, kerajaan Fatimiyah yang beraliran Syiah Ismailiyah membantu Tentara Salib merebut Yerusalem dari tangan kaum Muslimin Sunni pada tahun 1099 M. Mereka menganggap perang melawan Ahlus Sunnah lebih penting daripada melawan kaum kafir.
Sementara itu, Salahuddin Al-Ayyubi rahimahullah, seorang Sunni, harus memerangi Syiah terlebih dahulu sebelum bisa membebaskan Baitul Maqdis. Karena tanpa menghancurkan kekuasaan Fatimiyah Syiah di Mesir, umat Islam tidak mungkin bersatu menghadapi kaum Salib.
3. Peran Syiah dalam Kejatuhan Andalusia
Setelah lebih dari tujuh abad Islam berjaya di Andalusia (Spanyol), keruntuhan kekuasaan Islam di sana juga tidak lepas dari pengkhianatan Syiah.
Beberapa sejarawan seperti Ibn Hazm mencatat bahwa para tokoh Syiah di Andalusia bersekutu dengan kerajaan Kristen Castile dan Aragon untuk menjatuhkan para penguasa Sunni. Mereka memberikan informasi dan membuka jalan bagi pasukan Kristen untuk menaklukkan kota-kota Islam, hingga akhirnya Granada — benteng terakhir Islam di Eropa — jatuh pada tahun 1492 M.
4. Syiah dan Iran Modern: Sekutu Barat di Timur Tengah
Pada era modern, Republik Islam Iran terus menampilkan diri sebagai “anti-Amerika dan anti-Israel”. Namun faktanya, hubungan mereka dengan musuh Islam sangat kontradiktif.
Beberapa bukti sejarah modern:
-
Perang Iran–Amerika (1980-an) tidak pernah terjadi, justru Iran menjual senjata kepada AS dalam skandal Iran–Contra Affair.
-
Invasi AS ke Afghanistan dan Irak (2001–2003) justru dibantu oleh pasukan Syiah, seperti milisi Badr Corps dan Mahdi Army.
-
Setelah Saddam Hussein (Sunni) digulingkan, Iran langsung mendirikan pemerintahan boneka Syiah di Irak, yang kemudian menindas kaum Sunni.
-
Di Suriah, Iran dan Hizbullah berperang bersama rezim Bashar al-Assad (Syiah Alawiyah) melawan rakyat Muslim Sunni yang menuntut keadilan.
Maka, klaim “perlawanan terhadap Zionis” hanyalah sandiwara politik untuk menipu umat Islam agar mengira Syiah masih bagian dari Islam.
5. Kehancuran Umat Islam Akibat Propaganda Persatuan
Syiah sering menyerukan “persatuan Islam” (wahdatul Islam), tetapi hakikatnya mereka menggunakannya untuk menyebarkan pengaruh Syiah.
Tujuan sebenarnya adalah:
-
Menyusup ke lembaga-lembaga Islam internasional.
-
Menyebarkan doktrin imamah dan kebencian terhadap sahabat.
-
Menguasai pemerintahan di negara mayoritas Sunni.
-
Melemahkan jihad dan ukhuwah Islamiyah sejati.
Padahal Allah Ta‘ala telah memperingatkan umat Islam agar tidak bersahabat dengan pengkhianat dan musuh agama:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia. Barang siapa di antara kamu menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.”
(QS. Al-Ma’idah: 51)
6. Kesimpulan
👉 Sejarah Islam membuktikan bahwa pengkhianatan Syiah berulang kali menjadi sebab kehancuran umat Islam, mulai dari Baghdad, Yerusalem, Andalusia, hingga Irak modern.
👉 Mereka lebih memusuhi Ahlus Sunnah dibanding kaum kafir, bahkan rela bekerja sama dengan musuh Islam demi menghancurkan Sunni.
👉 Karena itu, umat Islam harus waspada terhadap infiltrasi politik, sosial, dan pendidikan Syiah, serta tidak tertipu dengan jargon “persatuan Islam” yang mereka gembar-gemborkan.
Persatuan sejati hanya akan terwujud jika umat Islam kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
(albert/syiahindonesia.com)
************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!
0 komentar: