Breaking News
Loading...

Benarkah Syiah Menganggap Imam Mahdi Masih Hidup?


Syiahindonesia.com - 
Salah satu keyakinan paling kontroversial dalam ajaran Syiah Imamiyah (Itsna ‘Asyariyah) adalah bahwa Imam Mahdi, yang mereka yakini sebagai Muhammad bin Hasan Al-Askari, masih hidup hingga hari ini — meskipun diyakini telah lahir lebih dari 1.100 tahun yang lalu. Mereka meyakini bahwa Imam Mahdi bersembunyi (ghaib) dan akan muncul kembali di akhir zaman untuk menegakkan keadilan. Keyakinan ini tidak hanya bertentangan dengan akal sehat, tetapi juga tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadits yang sahih menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah.


1. Siapa Imam Mahdi dalam Pandangan Ahlus Sunnah?

Dalam Islam yang lurus, Al-Mahdi adalah seorang laki-laki dari keturunan Nabi ﷺ, dari garis Sayyidina Hasan bin Ali, bukan dari Husain sebagaimana diyakini oleh Syiah. Rasulullah ﷺ bersabda:

«الْمَهْدِيُّ مِنْ وُلْدِ فَاطِمَةَ»
“Al-Mahdi berasal dari keturunan Fathimah.”
(HR. Abu Dawud no. 4286, Ibnu Majah no. 4086, shahih)

Namun, Ahlus Sunnah tidak pernah menganggap bahwa Mahdi telah lahir dan hidup ribuan tahun lamanya. Mahdi akan lahir menjelang akhir zaman, dan ia bukanlah sosok yang ghaib, melainkan manusia biasa yang Allah pilih untuk menjadi pemimpin umat Islam ketika dunia diliputi kezaliman.


2. Konsep Imam Mahdi dalam Syiah

Berbeda jauh, Syiah Itsna ‘Asyariyah meyakini bahwa Imam ke-12 mereka, Muhammad bin Hasan Al-Askari, telah lahir pada tahun 255 H, kemudian menghilang (ghaib) pada usia sekitar lima tahun. Sejak itu, menurut mereka, Imam Mahdi masih hidup di alam tersembunyi hingga sekarang — dan akan muncul di akhir zaman untuk menegakkan pemerintahan global Syiah.

Dalam kitab Syiah Al-Kafi karya Al-Kulaini disebutkan:

“Bumi tidak akan pernah kosong dari seorang imam. Jika imam tidak ada, maka bumi akan binasa.”

Klaim ini menjadi dasar utama ajaran wilayah (kepemimpinan spiritual), yang meyakini bahwa keberadaan imam lebih penting daripada para nabi selain Muhammad ﷺ. Bahkan mereka beranggapan bahwa seluruh doa, ibadah, dan amal saleh umat tidak akan diterima tanpa perantara imam yang ghaib tersebut.


3. Kontradiksi dan Ketidaklogisan Ajaran Ini

Ada beberapa hal yang secara logis dan teologis menolak keyakinan Syiah tersebut:

  1. Tidak ada dalil sahih dari Al-Qur’an maupun hadits yang menyatakan bahwa Imam Mahdi telah lahir dan ghaib selama lebih dari seribu tahun.

  2. Akal sehat menolak gagasan bahwa seorang manusia bisa hidup ribuan tahun tanpa bukti keberadaan.

  3. Dalam Islam, kepemimpinan (imamah) tidak bersifat ghaib. Nabi ﷺ dan para khalifah setelahnya memimpin secara nyata, bukan dari alam tersembunyi.

  4. Klaim ghaibnya Imam Mahdi sering dijadikan alat politik untuk membenarkan kekuasaan para ulama Syiah, khususnya sistem Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) di Iran, yang mengaku bertindak atas nama Imam Mahdi.


4. Dalil Ahlus Sunnah tentang Kematian Setiap Makhluk

Allah Ta’ala berfirman:

﴿كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ﴾
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang kekal hidup di dunia. Keyakinan bahwa Imam Mahdi masih hidup lebih dari 1.100 tahun jelas bertentangan dengan firman Allah. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ sendiri — manusia terbaik dan makhluk pilihan Allah — telah wafat, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:

﴿إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ﴾
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati, dan sesungguhnya mereka pun akan mati.”
(QS. Az-Zumar: 30)

Jika Rasulullah ﷺ sendiri telah wafat, maka tidak masuk akal apabila seorang imam yang derajatnya di bawah Nabi dianggap hidup selamanya di dunia ini.


5. Tujuan Politik di Balik Keyakinan Ini

Keyakinan akan “Imam Ghaib” menjadi alat kontrol ideologis bagi Syiah. Dengan mengaku sebagai “wakil Imam Mahdi”, para ulama Syiah memiliki legitimasi untuk mengatur politik dan agama umat mereka. Inilah yang menjadi dasar teologi kekuasaan di Iran modern melalui sistem Wilayat al-Faqih — di mana pemimpin tertinggi dianggap sebagai perpanjangan tangan Imam Mahdi.

Dengan demikian, ajaran ini bukan hanya persoalan teologi, tetapi juga alat untuk menguasai umat melalui dogma spiritual.


6. Sikap Ulama Sunni terhadap Keyakinan Ini

Para ulama Ahlus Sunnah telah menegaskan bahwa keyakinan Syiah mengenai Imam Mahdi yang ghaib termasuk ajaran sesat.

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

    “Imam Mahdi yang mereka tunggu-tunggu hanyalah khayalan belaka, tidak memiliki dasar dalam agama dan sejarah.” (Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, 8/299)

  • Imam Adz-Dzahabi menegaskan:

    “Mereka mengada-adakan kisah imam yang hilang untuk melanggengkan kepemimpinan batil mereka.”


Kesimpulan

Klaim bahwa Imam Mahdi Syiah masih hidup hingga sekarang adalah keyakinan batil yang tidak didukung dalil, akal, maupun fakta sejarah. Islam yang murni mengajarkan bahwa Mahdi akan lahir menjelang akhir zaman, bukan manusia yang ghaib selama berabad-abad.

Ajaran ghaibnya Imam Mahdi hanyalah salah satu bentuk rekayasa teologis untuk menjaga dominasi ulama Syiah dan memanipulasi umat dengan mitos spiritual.

Umat Islam harus berpegang teguh pada petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ agar tidak terjerumus dalam keyakinan sesat semacam ini.

(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: