Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan setiap agama memiliki kebebasan di negaranya, tetapi dibatasi untuk menyebarkannya kepada umat Islam, lansir Malay Mail pada Kamis.

Mahathir menegaskan pembatasan itu berlaku untuk umat Islam yang mengikuti ajaran Syiah karena Malaysia secara resmi memiliki paham Ahlussunah wal Jamaah atau Sunni.

“Jika mereka ingin menjadi Buddha atau Syiah, itu adalah hak mereka; selama mereka tidak menyebarkan ajarannya kepada Muslim Malaysia atau ahlus sunnah,” kata dia dalam konferensi pers di parlemen.

Mahathir menanggapi pembatalan seminar Risalah Amman yang diselenggarakan oleh International Institute of Advanced Islamic Studies yang seharusnya berlangsung Sabtu ini.

Polisi mengatakan acara itu dibatalkan setelah adanya ancaman bom dari kelompok-kelompok anti-Syiah.

Mahathir mengatakan kejadian seperti itu seharusnya tidak terjadi untuk mengekspresikan pandangan mereka.

"Yah, itu bukan cara yang tepat untuk mengekspresikannya," terang dia.

Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa mengatakan dia diundang untuk memimpin acara tersebut sebelum dibatalkan karena ancaman bom.

“Saya diberi tahu bahwa sebuah pos di Facebook telah mengancam mereka akan mengebom tempat itu dan saya tidak berpikir pihak keamanan ingin mengambil risiko itu," kata dia.

Risalah Amman adalah deklarasi para ulama yang dihadiri sekitar 552 ulama dari berbagai Negara di dunia di Amman, Yordania pada 2005.

Di antara poin isinya adala larangan mengkafirkan terhadap madzhab-madzhab Islam dan mengupayakan persatuan Islam.

Beberapa ulama besar yang mendandatangi adalah Syeikh Yusuf Qardhawi, Syeikh Ahmad Thayyib (Mufti al-Azhar), Syeikh Ali al-Salus, Syeikh Wahbah al-Zuhaili, dan lain-lain. Aksi.id

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: