Breaking News
Loading...

Syiahindonesai.com, Jakarta - Laporan UNICEF di Yaman menunjukkan lebih dari 11 juta anak, atau sekitar 80 persen dari penduduk negara di bawah usia 18 tahun, menghadapi ancaman kekurangan makanan, penyakit, pengungsian dan kekurangan akses layanan sosial.

“Konflik telah membuat Yaman menjadi neraka kehidupan bagi anak-anak,” ungkap Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman, seperti dilansir Reuters.

Anak-anak Yaman yang menjadi korban serangan udara di Saada, Yaman, 9 Agustus 2018. REUTERS/Naif Rahma

Menurut catatan UNICEF, lembaga di bawah naungan PBB, sekitar 8,4 juta dari 28 juta penduduk di Yaman diyakini berada di ambang kelaparan dan 22 juta orang lainnya bergantung dengan bantuan kemanusiaan.

“Diperkirakan 1,8 juta anak kekurangan gizi. Hampir 400 ribu mengalami kekurangan gizi akut dan mereka harus berjuang setiap hari untuk mempertahankan hidupnya,” tambahnya.

UNICEF telah memberikan bantuan pengobatan bagi 244 ribu anak di bawah umur lima tahun yang kekurangan gizi dengan pengobatan sejak awal 2018. Lembaga ini juga memberikan perawatan mikronutrein kepada lebih dari 317 ribu anak balita. Tempo

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: