Breaking News
Loading...




Oleh Zulkarnain elmadury 

Dua organisasi besar di Indonesia, Muhammadiyah yang lahir 1912 dan NU yang lahir 1926 adalah ormas Islam yang berwawasan dakwah, dengan maksud dan tujuan sebagaimana yang tertera di dalam anggaran dasar dari 2 organisasi tersebut. Muhammadiyah sejak awal sudah memacu dirinya sebagai organisasi yang anti tahayul Bid'ah dan menjadi lokomotif gerakan Amar ma'ruf nahi mungkar. sedangkan Nahdlatul Ulama dengan dasar-dasar Aswaja menjadi lokomotif gerakan kembali ke mazhab.

Namun 2 organisasi tidak lepas dari keinginan orang luar agar tidak berjalan mulus sesuai dengan harapan dan cita-citanya, dengan cara mengendorkan semangat anti Syi'ah dan liberal, keduanya sama-sama didukung oleh orang-orang yang berwawasan pluralisme, sebagaimana yang terjadi baru-baru ini di Jakarta di auditorium Kyai Haji Ahmad Dahlan berlangsung kajian yang dikomandani oleh orang Syiah dan di NU melalui situs resminya juga ceramah ketua PBNU Said Aqil Siroj yang terkenal vokal dengan Islam nusantara nya tidak henti-hentinya turut memberikan berbagai pemikiran terhadap perkembangan syiah di Indonesia.

Kalau di Muhammadiyah Atas restu sekretaris pimpinan pusat Muhammadiyah KH Abdul Mukti membiarkan paham Syiah berlangsung meskipun mendapatkan protes dari ortom ortom Muhammadiyah, tidak sedikit menghimbau pimpinan pusat untuk tidak melangsungkan acara Syiah tersebut.

Namun dari 2 tokoh yang menjadi komandan keterbukaan baik lewat Islam nusantara ataupun lewat Islam berkemajuan ternyata melepaskan karakter dakwah dari perjalanan awal Muhammadiyah dan NU.

Jelas kekuatan Iran dominan sekali di Indonesia sehingga banyak para makelar aliran sesat berkelana di organisasi-organisasi Islam dalam rangka membawa ormas-ormas Islam itu dalam hegemoni mereka.

Meskipun banyak tokoh Muhammadiyah ataupun tokoh NU yang tidak sejalan dengan orang-orang tertentu di Dua organisasi tersebut, Namun karena merasa jabatannya dominan untuk kendaraan mereka sehingga tidak menghambat gerakan mereka mengadakan acara acara kajian yang keluar dari sejarah dua organisasi tersebut.


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: