Breaking News
Loading...

Setarakan dengan Madzhab Syafi'i dan Maliki, Quraish Shihab Sebut Syiah Benar
Syiahindonesia.com - Quraish Shihab: Syafi’i Benar, Malik Benar, Syiah Benar

Quraish Shihab dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh Muis Singapore pada Desember 2018, berbicara tentang hukum mengucapkan natal yang pada kesimpulannya beliau memperbolehkannya sepanjang tidak dengan Akidah.

Namun, dalam kelanjutan penjelasannya, beliau juga berbicara tentang perbedaan pendapat di antara umat Islam itu sendiri dalam konteks yang lebih luas. “Mempersatukan segala sesuatu itu mustahil. Gunung saja beragam, tumbuh-tumbuhan beragam, manusia beragam. Kita boleh jadi punya rambut sama hitam tapi fikiran kita berbeda-beda. Alquran menggariskan satu prinsip, boleh berkelompok-kelompok, tapi jangan berkelahi, jangan berselisih. Kita harus bisa berkata lagi, sebenarnya Allah mau kita berbeda, tapi Dia tidak mau kita bertengkar,” ujar Quraish.

Beliau melanjutkan, “Kalau Allah mau kita sama, Quran tidak bisa mengandung penafsiran yang berbeda-beda. Saya kalau berkata ‘Saya belum makan’ apa artinya? Bisa berarti saya lapar, bisa berarti saya masih kenyang, bisa berarti jangan habiskan makanan itu. Beda-beda kan? Ayat Alquran juga begitu. Anda paham begini, saya paham begini, itu paham begini, semuanya bisa benar, dan semua bisa salah.”

Perbedaan Madzhab dalam Islam

Terkait perbedaan madzhab di dalam Islam, beliau menjelaskan, “Tuhan berikan kepada setiap orang yang punya otoriti untuk memberi pendapat, bahwa kalaupun salah dikasih ganjaran (pahala). Jadi, ada Syafi’i, ada Maliki, ada Syiah, ada Salafi dan sebagainya, kita jangan berkelahi. Alquran itu seperti hidangan Ilahi, semakin kaya orang semakin beragam hidangannya. Apakah anda marah kalau anda undang saya, Anda siapkan teh, siapkan kopi. Kalau saya pilih teh? Tak marah ya.  Kalau ada yang pilih kopi silahkan, ada yang pilih teh, kita bisa bersatu.

“Jadi kalau mau paham Salafi, mau paham Syiah, selama tidak bertentangan dengan prinsip prinsip dasar agama, itu titik temu. Yang salah kalau Anda maki saya, yang salah kalau Anda kafirkan saya. Karena yang kafir itu dalam Islam yang tidak mempercayai rukun iman, ya kan? Akidah. Kalau beda fiqih, beda pandangan, beda ini, silahkan. Tuhan juga mau kita begitu, ‘Ihktilaaf Ummatii Rahmah’ (Perbedaan umatku adalah rahmat). Saya kira itu pendapat saya.” Islamindonesia.id

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: