Breaking News
Loading...

Pertumbuhan Gereja Bawah Tanah di Iran Paling Cepat, Tetapi juga Paling Sering Dipersekusi

Jelang Natal, Ratusan Orang Kristen Ditangkap Pemerintah Iran. Ini Sebabnya…

Dari beberapa warga Kristen yang ditanyai di provinsi Hamadan, wilayah barat laut Iran. Beberapa diantaranya menjawab memilih menjadi Kristen karena sedang mencari agama yang bisa memberi mereka kedamaian dan membangun diri mereka dan hidup dalam persaudaraan.

“Beberapa dari mereka mengatakan kalau ‘kami sedang mencari agama yang damai, yang membangun kami dan hidup dalam persaudaraan’” kata Alavi.

Pemerintah Iran menyadari bahwa gereja-gereja rumah di Iran memang terus bertumbuh. Kebanyakan dari kegiatannya dilakukan secara rahasia karena jika kedapatan, mereka akan mendapat sanksi seperti disiksa atau dipenjara. Orang Kristen Iran juga akan ditangkap kalau ketahuan memiliki salinan Alkitab yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Persia, bahasa nasional Iran.

Sampai saat ini, jumlah orang Kristen Iran diperkirakan telah mencapai 800.000 sampai 1 juta orang. Meski begitu, orang-orang yang masuk Kristen harus menanggung penganiayaan oleh pemerintah ataupun anggota keluarga mereka sendiri.

“Banyak orang Kristen (terutama yang sudah bertobat) sudah dituntut dan dijatuhi hukuman penjara. Yang lainnya masih menunggu persidangan. Keluarga mereka juga bahkan jadi korban penghakiman dari masyarakat,” demikian disampaikan Open Doors.

Sementara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut Iran sebagai negara dengan pelanggaran kebebasan beragama yang mengerikan. Negara ini bahkan menduduki posisi ke-9 terburuk di dunia dalam hal penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Jawaban.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: