Breaking News
Loading...




 *Zulkarnain elmadury* (

Jikalau ada ijtihad sunni yang mengatakan bahwasanya buka puasa itu setelah shalat Isya, sudah pasti termasuk pendapat yang ganjil dan nyeleneh, bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan terindikasi pengikut fanatik Syiah, hanya karena syariat Syiah saja yang membenarkan buka puasa pada waktu salat Isya, tandanya kalau Bintang sudah bisa dilihat.

Dalam syariat Syiah disebutkan tentang buka puasa sebagai berikut

عن زرارة قال : سألت أبا جعفر عليه ‌السلام عن وقت إفطار الصائم؟ قال : حين يبدو ثلاثة أنجم

Dari Zurarah, saya pernah bertanya kepada Abu Ja’far – alaihis salam – tentang waktu berbuka bagi orang yang puasa? Beliau menjawab: ‘Ketika telah terbit 3 bintang.’

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa buka puasa itu adalah ketika gelap malam benar-benar gelap sehingga bisa kelihatan bintang-bintang di langit.

Al-Hur Al-Amili memberi komentar,

هذا محمول على من خفي عليه المشرق فلم يعلم ذهاب الحمرة إلا بظهور النجوم كما مر في مواقيت الصلوات ، أو على استحباب تقديم الصلوات على الافطار وحينئذ تبدو ثلاثة أنجم ، ذكره بعض المتأخرين

Ini dipahami bahwa orang yang tidak mengetahui arah timur, sehingga dia tidak tahu hilangnya awan merah kecuali setelah terbit bintang, sebagaimana penjelasan dalam waktu-waktu shalat atau dianjurkan untuk mendahulukan shalat (maghrib) dari pada berbuka. Sehingga setelah itu terbit 3 bintang. Demikian yang dijelaskan ulama mutaakhirin (Syiah). [Wasail As-Syiah, hlm. 124 – 125]

Itu cara beribadah puasa Syiah, buka puasa tidak pada tempatnya, tidak sebagaimana yang ditentukan oleh syariat Islam. Dalam cara beribadah Syiah memang sering tidak lepas dari cara-cara yang berlebihan, mereka seringkali menempuh cara-cara di luar sunnah, dengan amalan-amalan syariat yang dibikin sendiri oleh mereka.


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: