Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - 1 Agustus 2018, Dubes Cina untuk Suriah Qi Qianjin baru saja mengatakan kepada kantor berita Pemerintah Assad bahwa negaranya berencana ikut terjun dalam perang melawan pejuang Islam di Idlib dan beberapa kota lainnya, lansir The Daily Beast, Minggu (12/8).

Hal menandai pergeseran signifikan dari kebijakan non-intervensi China yang telah lama diterapkan dan mengisyaratkan pergeseran besar dalam geopolitik regional, setelah sebelumnya hanya terbatas pada tataran diplomatik.

Ada tiga alasan potensial yang mendorong Tiongkok untuk mengubah kebijakan non-intervensi selama puluhan tahun guna terlibat dalam intervensi di negara Timur Tengah seperti Suriah.

Pertama, keinginan Pemimpin China Xi Jinping untuk memodernisasi serta mengintensifikasi proyeksi kekuatan militer China (PLA) di berbagai kawasan.

“Tentara China perlu mengembangkan dan memperdalam kemampuan mereka untuk terlibat dalam pertempuran yang sebenarnya,” kata Abigail Grace, Peneliti Program Keamanan Asia-Pasifik di lembaga think-tank Center for a New American Security yang berbasis di Washington DC, kepada The Daily Beast. Eramuslim.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: