Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Diriwayatkan dari Yunus bin Abdil A’la bahwa al-Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku membolehkan seluruh persaksian ahli bid’ah, kecuali kaum Rafidhah.” (al- Kubra, al-Baihaqi, 10/208)

Al-Imam Malik rahimahullah ditanya tentang kaum Rafidhah. Beliau menjawab, “Jangan engkau berbicara dengan mereka dan jangan meriwayatkan dari mereka, karena sesungguhnya mereka suka berdusta.” Yazid bin Harun rahimahullah juga berkata, “Hadits setiap pelaku bid’ah (bisa) dicatat selama ia tidak mengajak kepada bid’ahnya, kecuali Rafidhah, karena mereka suka berdusta.” Diriwayatkan dari Muhammad bin Sa’id al-Asbahani bahwa Syarik berkata, “Aku mengambil ilmu (hadits, -pen.)

dari setiap yang aku temui kecuali Rafidhah, karena mereka memalsukan hadits dan menjadikan perbuatan itu sebagai bagian dari agama.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Ulama riwayat dan pembawa sanad telah bersepakat bahwa kaum Rafidhah adalah kelompok yang paling pendusta. Dusta pada mereka adalah hal yang klasik. Oleh karena itu, para imam Islam mengetahui ciri khas kelompok ini adalah banyak berdusta.” (Minhajus Sunnah, Ibnu Taimiyah, 1/60—61)

Jelaslah bagi kita, bahwa ajaran taqiyah (baca: dusta) kaum Syiah Rafidhah adalah ajaran yang turun-temurun, diwariskan oleh para pendusta mereka melalui kitab-kitab hadits karya tokoh Rafidhah. Tukpencarialhaq.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: