Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan, setiap jam enam anak Yaman meninggal dunia.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Anadolu, Direktur UNICEF Henrietta Fore Jumat sore (16/11) merilis statemen mengingatkan, anak-anak inilah yang harus menanggung dampak perang yang dipaksakan, anak-anak selama tiga tahun terakhir secara mengenaskan sangat menderita, bahkan sediktinya 6 ribu orang tewas atau terluka di perang ini serta lebih dari 11 juta lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Masih menurut statemen ini, setiap 10 menit seorang anak Yaman meninggal dunia akibat gizi buruk atau penyakit yang seharusnya dapat ditanggulangi melalui vaksin.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB hari Jumat menggelar sidang untuk mengkaji kondisi Yaman.

Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffitsh di sidang Dewan Keamanan mengatakan, solusi politik untuk mengakhiri krisis dan bentrokan di Yaman sebuah keniscayaan.

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 serta memblokade negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.

Api peperangan yang dikobarkan Arab Saudi di Yaman telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.

Krisis di Yaman disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. 22,5 juta dari total 29 juta penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Parstoday.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: