Breaking News
Loading...

Komisi Bidang Penelitian dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan serius menelisik laporan masyarakat ihwal keberadaan aliran syiah dan kelompok Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) di Kalsel. Pengikut aliran Syiah dan ormas Islam IJABI disinyalir kuat merambah Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru; Kota Martapura; dan Kota Banjarmasin.

“Memang sepanjang pengamatan saya di MUI Kalsel selama ini, ada tidaknya warga masyarakat yang mengikuti aliran Syiah. Entah itu rumor atau apa, yang jelas syiah di Kalsel masih debatable,” kata Sekretaris MUI Kalsel, Fadhly Mansoer, usai membuka acara Rakerda MUI Kalsel 2018 di Banjarmasin, Minggu (30/12).

Menurut Fadhly, MUI masih meneliti untuk memastikan keberadaan pengikut syiah dan IJABI di Kalsel. Melalui penelitian dan pengembangan, MUI akan menerima gambaran utuh atas pengikut kedua aliran tersebut. "Apa memang ada pengikutnya, atau jangan-jangan hanya sebatas rumor belaka. Ini perlu pembuktian,” kata Fadhly Mansoer.

Fadhly mendengar keberadaan pengikut syiah dan IJABI  di Kota Martapura, Pulau Sebuku, dan Kota Banjarmasin. Namun, ia belum tahu jumlah pengikut dan keberadaan mereka ketika berkumpul.

"Hanya sebatas mendengar kabar saja. Makanya guna memastikan salah satu bidang di MUI Kalsel terus mendalami,” katanya.

Seorang utusan MUI Kabupaten Kotabaru, HM Ahmat, meminta MUI Kalsel serius melakukan penelitian terhadap keberadaan pengikut syiah dan IJABI di Pulau Sebuku. Sebab, Ahmat cemas aliran khilafah berpotensi cepat menyebar ke masyarakat bila tidak segera diredam. “Kami menyampaikan hal ini agar menjadi perhatian MUI Kalsel,” katanya singkat. Kumparan.com

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program Syiahindonesia.com.

Ke No. Rek. an. MASHUDI

Bank Mandiri:

9000009170961

Cantumkan kode unik pada nominal transfer dengan angka 234. Contoh donasi Rp. 1.000.000,-, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp.1.000.234,-. Barokallahu fikum wa jazakumullah khairal jaza'

0 komentar: