Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pemimpin oposisi Bahrain, Sheikh Ali Salman, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena dianggap bersalah menjadi mata-mata untuk Qatar.

Putusan ini dikeluarkan hanya beberapa bulan setelah Pengadilan Tinggi Bahrain membebaskan Salman dari tuduhan "berkolusi" dengan negara pesaing.

Sebagaimana dilansir BBC, Bahrain telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 2017. Amnesty International menganggap Sheikh Ali Salman sebagai tahanan hati nurani dan menyebut hukuman terhadapnya sebagai kepalsuan yang menunjukkan usaha Bahrain mengekang perbedaan pendapat.

Ali Salman, yang memimpin gerakan Al-Wefaq - yang saat ini dilarang - dituduh berkomplot dengan pemerintah Qatar untuk memicu kerusuhan anti-pemerintah pada 2011 lalu, bersama pemimpin oposisi Hassan Sultan dan Ali al-Aswad.

Keduanya juga divonis hukuman pidana penjara seumur hidup. Jaksa penuntut umum Bahrain mengatakan tiga pria itu dipenjara karena "tindakan permusuhan" terhadap Bahrain dan "menjalin komunikasi dengan pejabat Qatar ... untuk menggulingkan tatanan konstitusional", seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Gerakan Al-Wefaq memiliki pendukung terbesar di parlemen sebelum protes 2011, namuni anggotanya mengundurkan diri ketika mereka ditindas. Kemudian partai itu dilarang - bersama dengan kelompok oposisi agama dan sekuler lainnya. Beritajatim.com

0 komentar: