Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Sanaa – Pemberontak Syiah Hutsi mengumumkan penghentian serangan drone dan rudal terhadap Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) di Yaman. Langkah ini menanggapi permintaan PBB.

“Setelah kami berkomunikasi dengan delegasi internasional dan ia meminta serangan roket dan drone dihentikan, maka kami umumkan proposal seruan kepada pihak resmi (Houtsi) di Yaman untuk menghentikan penembakan roket dan drone terhadap negara-negara agresor AS, Saudi, UEA dan sekutunya di Yaman,” kata Mohammed Ali Al-Houthi, kepala Revolusioner Komite Agung kelompok Hutsi.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffith, berusaha menyelamatkan pembicaraan damai yang runtuh pada September lalu setelah pemberontak tidak hadir. Griffith berharap pembicaraan digelar sebelum akhir tahun di Swedia untuk menyetujui kerangka kerja perdamaian di bawah pemerintahan transisi.

Di hadapan Dewan Keamanan PBB pada sidang Jumat lalu, Griffith mengatakan bahwa pihak-pihak yang berperang di Yaman telah menyampaikan kesediaannya hadir di perundingan yang akan digelar dalam waktu dekat. Kami juga siap mengawal delegasi pemberontak Hutsi dari Sanaa jika hal itu dibutuhkan.

Pemberontak Syiah Hutsi sebelumnya menyatakan siap menghentikan segala bentuk operasi militer untuk mencapai perdamaian jika koalisi menginginkan perdamaian untuk rakyat Yaman.

Syiah Hutsi mengatakan bahwa serangannya ke Saudi dan UEA untuk membalas serangan udara kedua Negara itu terhadap mereka. Saudi memimpin koalisi Arab untuk mendukung legitimasi di Yaman.

Yaman didera pemberontakan setelah gerakan Syiah Hutsi meluncurkan operasi militer dan berhasil merebut ibukota. Sebelum pemberontak terjadi, pihak berwenang menangkap sejumlah kapal yang mengangkut senjata. Kapal tersebut berbendera Iran. Kiblat.net

0 komentar: