Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Damaskus – Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (05/11), mendokumentasikan sebanyak 488 kasus penahanan sewenang-wenang di Suriah selama Oktober.

Dalam laporan yang dikeluarkan kemarin itu, jaringan HAM menyebutan bahwa 63% penangkapan itu dilakukan oleh rezim Suriah. Mayoritas korban penangkapan tokoh-tokoh yang melakukan rekonsiliasi dengan rezim dan memiliki kartu identitas khusus berdamai.

Pasukan Suriah terus melakukan kampanye penahanan di beberapa daerah yang telah melakukan “rekonsiliasi keamanan” di Suriah tengah dan selatan. Ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian kesepakatan yang telah ditandatangani.

Provinsi Daraa terus menyaksikan penangkapan orang-orang yang memiliki kartu identitas rekonsiliasi. Paling baru terjadi pada 29 Oktober. Rezim menangkap sedikitnya 12 sipil yang menyepakati rekonsiliasi.

Daraa merupakan provinsi paling cepat menyerah kepada rezim. Wilayah itu dihuni oleh suku-suku sehingga pemegang kepemimpinan di tangan mereka. Banyak pejuang menyayangkan sikap oposisi di Daraa bahkan sebagian menganggap penyerahan diri itu pengkhianatan terhadap dara para pejuang.

Sementara itu, lanjut laporan tersebut, 37% sisanya dilakukan oleh oposisi dan kelompok yang dianggap ekstremis. Namun tidak dijelaskan alasan penangkapan itu. Kiblat.net

0 komentar: