Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Uni Eropa (UE)  prihatin karena warga sipil Yaman terjebak di dalam baku-tembak di satu kota pelabuhan memikul beban sangat berat akibat konflik yang meningkat, pada Senin (12/11).

Serangan di seluruh Kota dan Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman Barat meningkat dalam beberapa hari belakangan ini, dan warga sipil yang terjebak baku-tembak itu sekali lagi membayar harga yang sangat mahal akibat konflik tersebut, kata satu pernyataan dai Kantor Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini.

Serangan itu, katanya, ditujukan ke prasarana sipil, sehingga melanggar hukum kemanusiaan internasional.

"Memotong akses ke dan dari Al-Hudaydah akan mendorong lebih banyak orang Yaman ke jurang kelaparan, sementara pasokan dasar komoditas terganggung," kata pernyataan tersebut, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Di Yaman, tambah pernyataan itu, sekarang ada 22 juta warga yang memerlukan bantuan dan 14 juta berada di ambang kelaparan.

Kantor tersebut juga mengatakan warga sipil yang terpengaruh mesti diberikan komoditas dasar seperti bahan bakar, makanan dan obat, dan UE mendukung proses perundingan yang dipelopori PBB.

Pekan lalu, pasukan pemerintah Yaman melancarkan operasi baru militer untuk merebut kembali Al-Hudaydah --dan dua pelabuhan strategisnya-- dari gerilyawan Syiah Al-Houthi.

Al-Hudaydah menerima sebanyak 70 persen impor kemanusiaan dan bantuan kemanusiaan yang memasuki negeri itu.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, Yaman masih dirongrong oleh kerusuhan sejak 2014, ketika gerilyawan Al-Houthi menguasai sebagian besar wilayah negeri tersebut, termasuk Ibu Kotanya, Sana'a.

Konflik itu meningkat pada 2015, ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya melancarkan serangan udara ke Yaman, dengan tujuan membalikkan perolehan gerilyawan Al-Houthi. law-justice.co

0 komentar: