Breaking News
Loading...



Oleh Zulkarnain Al Maduri

Biasanya maling yang profesional tidak langsung melakukan pencurian demikian juga pembunuh yang profesional tidak langsung menuju korbannya, namun akan membaca korbannya sebelum misinya dijalankan. Demikian politik Syiah yang menjadi asas kepura-puraan Syiah di dalam menjalankan ritual keagamaan nya dalam rangka menumpas kaum Sunni di bumi Allah ini.

Kalau berbicara siang tidak lepas dari manusia menjadi besar. Yaitu ketika Husein terbunuh di Karbala menjadi landasan tokoh-tokoh Persia yang menjadi Mullah jadi jadian, tiba-tiba mereka pakai kebesaran sebagai para ayatullah sebagai kursi kemuliaan tokoh-tokoh Syiah, proses Bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang muncul di Persia sebelum Islam.

Hanya karena ingin menjalankan dendamnya yang tersimpan sejak tergulingnya Persia dari kekuasaannya dan beranggapan sebagai mimpi buruk bagi mereka setelah kehadiran Islam, membuat para penyusup dalam Islam ini lebih leluasa melaksanakan misi nya dalam rangka menghancurkan Islam.

Sebab tidak mungkin Islam bisa dikalahkan dengan perang, bisa saja kalau menyatakan secara langsung bahwa Syiah adalah kelompok dendam orang-orang Persia tidak akan ada orang yang akan membela Syiah, tetapi karena Syiah menggunakan istilah-istilah Ahlul Bait di dalam operasionalnya merusak Islam, maka nyaris tidak ada masalah bagi Syiah .

Sedangkan dalam doktrin mereka kebencian itu ditanamkan dalam rangka memusnahkan umat Islam yang berideologi Sunny, ini tentu tidak sekedar berbicara paham,, tetapi menggunakan paham sebagai alat melampiaskan dendam, seperti berikut ini

يناكحوننا ويوارثوننا الى ان يظهر المهدي حيث يبدا بقتل علماء اهل السنة ثم عوامهم

"Mereka (orang orang Sunni) bisa menikah dari kami dan mewarisi dari kami sampai Mahdi muncul. Dia mulai dengan membunuh para ulama Sunni dan dan kemudian para orang orang awamnya . "( kitab Haq Al-Yaqin oleh  Baqir Al-Majlisi,)

Menurut buku Syiah, Al-Kulaini A l-Rawdah min al-Kafi, Bab , halaman 160, Sunni yang menolak  ajaran-ajarannya Syiah akan dipenggal lehernya.

Menurut sumber kitab syiah yang di sanadkan  dengan Imam Abu Abdullah , (Imam Syiah ke 6), ia mengatakan: "Sebagai manusia  menyadari apa yang akan dilakukan oleh Al-Qaim (Mahdi Syiah) kelak  ketika ia muncul, kebanyakan orang akan memilih untuk tidak melihat sang Mahdi karena  pembunuhan sadesnya yang akan dilakukan atas umat manusia, sehinggamembuat sebagian besar umat manusia berkata: "Dia bukan dari keluarga Muhammad, jika ia berasal dari kelaurga of Muhammad, ia akan pasti memiliki belas kasihan. " "( Bihar Al-A nwar, Baqir Majlisi, Bab. 52, halaman 353) Nuaim bin Hammad ini Kitab Al-Fitan menyebutkan berbagai macam riwayat ini, yang menyebutkan" Imam mahdi [Qaim] dari keturunan Fatimah "(putri Nabi Muhammad dan istri Imam Ali ), bukan "dari keluarga Muhammad".


Sayid Sadr menyatakan: "Benar, sebagian besar pembunuhan (oleh Mahdi dan pengikutnya) yang terjadi pada umat manusia akan lebih  ditujukan  terhadap Muslim. Kemudian, dia ( Imam Mahdi versi Syiah ) akan menyebarkan salinan kitab (kitab baru, bukan Quran saat ini) ... "( Li Allah Thumma Li Tarikh Sayyid Husein Al-Musawi, , hal.137)

    ما لمن خالفنا في دولتنا نصيب إن الله قد أحل لنا دماءهم عند قيام قائمنا   
" Bagi Negara mana  yang berbeda dengan kita, berhadapan hukum. Allah telah menghalalkandarah mersaja eka (diperbolehkan untuk ditumpahkan) ketika Qa'im pimpinan kami (Imam Mahdi Syiah) muncul. "( Bihar Al-Anwar Baqir Al-Majlisi, Bab. 50, hal. 373)


        مال الناصب وكل شيء يملكه حلال وسائل الشيعة

"Harta para Nasibi (Sunni) adalah Halal ( bebas di curi ) dan semua  hal yang ia memiliki adalah Halal." (Tahzeeb Al-Ahkam Al-Tusi, , Bab. 2, hal. 48 dan Wasil Al-Syiah Al-Hur Al-Amili, , Bab 11, hal.60)

    خذ مال الناصب حيثما وجدته وأدفع إلينا الخمس وسائل الشيعة
"Mengambil harta (dengan makna mencuri atau merampok) dari kaum Al-Nasib (Sunni) di mana pun Anda menjumpainya dan wajib menyerahkan kepada kami seperlima dari harta itu."(Tahzeeb Al-Ahkam Al-Tusi, , Bab. 1, hal. 384, Al-Sarair Ibnu Idriss, Hal. 484, dan Wasil Al-Syiah Al-Hur Al-Amili, , Bab. 340, hal.6)

Doktrin tersebut sangat mengesankan dg perbuatan sadisme sebagai kelompok Mahdi yang ingin menyusahkan para penganut Sunni, ada wilayah kekejaman yang yang bakalan tumpah ruah menimpakan bencana kepada kaum Sunni seperti penghalalan darah dan pemerkosaan sebagai target utama Syiah di dalam kembali menghidupkan Persia Raya

0 komentar: