Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Yaman Muammar al-Iryani mengkritik milisi Syiah Hizbullah Libanon pada hari Sabtu (29/9/2018), menyatakan bahwa mereka telah mengubah benteng pertahanannya di Beirut menjadi platform dan corong untuk milisi Syiah Houthi, dan meminta pemerintah Libanon untuk mematuhi kebijakan non-intervensi.

“Hezbollah Lebanon adalah bagian dari pemerintah Lebanon dan tidak hanya berhenti memberikan dukungan logistik termasuk intelijen dan pasukan ke milisi Houthi Iran, tetapi telah mengubah pinggiran selatan menjadi platform untuk mengelola mesin propaganda kudeta di Yaman dan menyerang dan menodai koalisi yang mendukung legitimasi,” kata Iryani di akun Twitter resminya, lansir Alarabiya, Ahad (30/8/2018).

Dia menyerukan kepada pemerintah Lebanon dalam serangkaian tweet untuk mematuhi kebijakan non-intervensi, dan menghentikan “kegiatan subversif dan menghasut” ini.

“Saya menyerukan kepada pemerintah Libanon dan menteri informasi Lebanon untuk mematuhi kebijakan non-campur tangan yang telah mengumumkan akan mengambil ke arah konflik di wilayah tersebut, dan campur tangan untuk menghentikan kegiatan subversif dan menghasut milisi Houthi Iran di Lebanon di bawah perlindungan dukungan politik, keamanan dan keuangan dari Hizbullah,” kata Iryani.
Baca juga: Puluhan Pasukan Syiah Houthi dan Hizbullah Lebanon Tewas dalam Pertempuran di Saada

Iryani juga meminta pemerintah Libanon untuk menghentikan penayangan saluran satelit Al-Masirah dan situs-situs serupa secara daring, serta “puluhan fraksi Houthi di Lebanon.” Dia mengatakan bahwa kegiatan ilegal ini membahayakan keamanan dan stabilitas Yaman, dan merugikan hubungan kedua negara. Jurnalislam.com

0 komentar: