Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Ratusan warga bersama aktivis sejumlah Ormas Islam di kota Solo, Jawa Tengah tiba-tiba mengeruduk dan membubarkan paksa kegiatan  perayaan Hari Asyura yang digelar warga Syiah di salah satu rumah warga di kampung Mertodranan, kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo, Kamis (20/9/2018).

Polisi yang tiba dilokasi yang digeruduk massa tersebut langsung membuat pagar petis serta mengevakuasi puluhan jamaah pengikut perayaan Asyura utuk kembali ke rumah mereka masing masing.

Sementara massa yang terdiri dari warga dan sejumlah aktivis Ormas Islam yang menolak Syiah di Kota Solo ini terus berorasi mengecam kegiatan perayaan yang digelar sejumlah warga Syiah tersebut. Massa berharap pihak Kepolisian melarang kegiatan tersebut jika kemudian kembali digelar.

Setelah puas berorasi dan seluruh jamaah yang terindikasi Syiah berhasil di evakuasi oleh Kepolisian setempat,  massa membubarkan diri.

Sementara itu Helwi Setyawan ketua RW 01 kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon Kota Solo menjelaskan pemilik rumah yang dijadikan lokasi perayaan Asyura kaum Syiah tersebut adalah milik Seegaf Al Jufri almarhum.  Saat ini rumah tersebut dihuni istri dan anak-anaknya.

Selama ini pihak RW tidak pernah diberitahu maupun diundang dalam kegiatan kegiatan di rumah almarhum Seegaf Al Jufri karena  kebanyakan peserta pengajian mereka juga datang dari luar pasar Kliwon.

Meskipun massa yang menolak sudah membubarkan diri, namun sejumlah anggota Kepolisian dan TNI masih nampak berjaga di rumah almarhum Seegaf al Jufri untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Polsek Pasar Kliwon maupun pihak Polresta Solo sejauh ini belum mau memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. Cakrawala.co

0 komentar: