Breaking News
Loading...

Syaihindonesia.com, Idlib – Juru bicara oposisi Suriah Yahya Al-Aridi menanggapi usulan PBB untuk memindahkan warga Idlib di tengah rencana serangan rezim Assad dan sekutunya ke wilayah tersebut.

Utusan PBB Suriah, Staffan de Mistura menawarkan bantuan untuk memastikan bahwa warga sipil dapat pergi melalui koridor kemanusiaan di tengah kekhawatiran operasi militer skala penuh di daerah tersebut.

“Saya sekali lagi siap, secara pribadi dan fisik untuk melibatkan diri, dengan kerja sama pemerintah saat ini =untuk memastikan koridor sementara seperti itu akan layak dan dijamin bagi orang-orang sehingga mereka dapat kembali ke tempat mereka sendiri. Setelah ini selesai,” kata de Mistura.

Al-Aridi dengan cepat menolak usulan tersebut. “Saya tidak dapat memahami usulan de Mistura ini tentang koridor. Di masa lalu, tujuan orang-orang yang berpindah-pindah adalah Idlib. De Mistura sendiri mengatakan bahwa tidak akan ada Idlib lain. Bagaimana dia bisa menyarankan koridor sekarang? Ke mana lebih dari 3 juta orang pergi? Turki akan menutup pintunya. Bisakah mereka pergi ke planet lain?” ujarnya kepada Arab News.

Satu-satunya solusi, lanjut Al-Aridi, adalah menghentikan tindakan jahat rezim Suriah dan sekutu terhadap warga sipil. “Apakah PBB ditugaskan untuk menemukan koridor bagi warga Suriah yang telah diusir dari rumah mereka oleh rezim brutal dan para pendukungnya?” ungkapnya.

Al-Aridi mengatakan bahwa Idlib adalah daerah de-eskalasi yang disepakati Rusia, Iran dan Turki. “Jika terjadi sesuatu, itu akan menjadi bukti lain bahwa Rusia tidak menghormati janji atau kata-kata yang diucapkan atau kertas yang ditandatanganinya,” tegasnya.

Al-Aridi kemudian mempertanyakan pernyataan de Mistura terkait 10.000 teroris yang berada di Idlib. Ia mengatakan bahwa PBB tidak pantas membuat klaim seperti itu.

“Kami tidak tahu bagaimana de Mistura menghitung jumlah ini. Bukan tugasnya untuk memutuskan siapa yang teroris dan siapa yang tidak. Yang kami tahu adalah ada lebih dari 3 juta warga sipil di Idlib dan ada pihak yang tidak peduli dengan mereka – rezim (Assad) dan pendukungnya,” pungkas dia. Kiblat.net

0 komentar: