Breaking News
Loading...



Oleh Zulkarnain E Madury


Usaha agama Syiah menyebarkan pengaruhnya tidak hanya terasa keberadaannya yang makin berani mengajak orang-orang Islam masuk Syiah,  dengan berbagai metode yang dipakai terutama dengan menggunakan Sinergi antara kebiasaan yang ada di masyarakat dan kebiasaan Syiah. 9    menjadi tunggangan Syiah di dalam mempengaruhi dan merekrut orang-orang di luar keyakinanya. Misalnya seperti tahlilan, Istighosah, tawasul dan berbagai peringatan hari hari besar Islam di luar rutinitas 2 hari raya Islam. Misalnya seperti haul, maulidan dan lain-lainnya yang terkait dengan adat penting yang biasa digelar oleh umat Islam.


Kebiasaan Syiah yang Sinergi dengan sunni tradisional diapresiasi oleh kalangan sunni pemegang adat sebagai kebiasaan yang sama meskipun dalam praktik keagamaan yang berbeda, namun saling dukung mendukung untuk menguatkan tradisi mereka yang sudah berkembang sejak lama, sejak dirintis oleh tokoh-tokoh mereka. Semisal Maulid Nabi yang berkembang pesat sejak fatimiah dulu hingga sekarang menjadi arena terbesar Syiah yang paling berhasil mempengaruhi lintas golongan Islam. Selain dari mereka yang dituduh Wahabi karena tidak bergabung dalam ajaran maulidan atau tahlilan. Dalam perkembangannya ciri khas Syiah tidak terlepas dari sejarah meninggalnya Husein di Karbala. Bukan Hasan tetapi Husein yang menjadi ujung pangkal sejarah dari sikap Syiah memusuhi kaum Sunni itu kaum Sunni yang kuat memegang prinsip-prinsip sunnah, bukan sunni yang dimaksud Syiah adalah Aswaja Indon, karena bagi Syiah keberadaan Aswaja Indon tidak menyebabkan orang-orang Syiah minder atau takut menghadapi mereka, tetapi Wahabi lah yang menjadi momok menakutkan bagi Syiah. Sedangkan Sunny dalam pengertian Aswaja Indon, menjadi pilihan Syiah untuk berlindung, terlebih suburnya aliran-aliran Islam liberal yang membenarkan keberadaan Syiah sebagai bagian dari Islam, digunakan sebagai kesempatan Syiah lebih jauh menyebarkan pengaruhnya di Indonesia. Cengkraman singa yang terdiri dari berbagai ritualitas yang mirip dengan Sunni Aswaja Indon, telah membuat perkembangan syiah di Indonesia semakin pesat. Paham Syiah yang demikian rusak aqidahnya, Justru lebih mendapatkan perlindungan dari Islam adat atau sunni Aswaja Indon, melalui praktek-praktek ritualitas yang standartnya sama.

Tentu bagi umat Islam yang konsisten dengan ajarannya akan merasakan bahayanya, karena secara umum kelompok agama Syiah dan Aswaja menampilkan konsep yang sama dalam menyebarkan BID'AH yang mereka anggap sebagai Bid'ah Hasanah. Di samping membentangkan jalan panjang yang paling sulit diselesaikan, selama kiprah Syi'ah dan Aswaja ini dinilai sebagai kontribusi yang paling Islami dengan meninggalkan sunah-sunah tertulis yang datang dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

0 komentar: