Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, merasa optimis mengenai pengurangan kecemasan dari ketegangan di Dataran Tinggi Golan yang dijajah. Ia mengungkapkan bahwa Golan terasa lebih aman setelah rezim Assad mengontrol perbatasan.

Lieberman mengungkapkan hal itu kepada wartawan saat mengunjungi Golan pada Kamis (02/08). Dia mengatakan bahwa Assad ingin menjadikan front Golan tenang.

“Dari sudut pandang kami, situasi kembali ke seperti sebelum perang saudara, yang berarti bahwa ada pihak yang dapat ajak bicara dan orang yang bertanggung jawab serta kekuasaan terpusat,” kata Lieberman.

Ia menyeru rezim Suriah untuk mematuhi gencatan senjata tahun 1974 di bawah pengawasan PBB, yang mendirikan zona demiliterisasi di Golan.

Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan Iran mendirikan pangkalan militer di Suriah. Jangan jadikan Suriah jalur pasokan senjata ke Hizbullah di Lebanon.

“Kami tidak berniat sedikit pun membuat gesekan militer,” imbuhnya.

Rusia telah mendirikan delapan titik pos pemantau di Dataran Tinggi Golan dan menyebar polisi militernya untuk mencegah provokasi militer di wilayah tersebut.

Moskow mengatakan bahwa pasukannya telah mulai berpatroli dengan pasukan penjaga perdamaian PBB. Ini merupakan patroli pertama sejak enam tahun terakhir, setelah meletusnya konflik di Suriah.

Dua hari lalu, rezim Suriah telah memastikan diri mengontrol penuh perbatasan dengan Israel setelah merebutseluruh wilayah Suriah selatan. Di saat yang sama, Rusia menyampaikan pesan menyejukkan Israel bahwa pasukan Iran tidak akan mendekati Golan. Kiblat.net

0 komentar: