Breaking News
Loading...




Oleh Zulkarnain El Madury

Mengenal sosok rofidhoh adalah Syiah yang pantang bertobat tatkala menghina para istri dan sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, karena memang fakta kalau Syiah itu bukan berasal dari Islam, karena keyakinan yang terpendam dalam jiwa jiwa sia adalah keyakinan Persia sebagai bentuk balas dendam terhadap Islam yang telah mengalahkan Persia kala itu yang kekuasaannya Dua pertiga dunia. Tentu saja bagi tidak langsung menunjukkan kebencian terhadap Islam, namun menggunakan cara-cara yang dianggap gitu memerangi Islam dari dalam, adalah menggunakan emosi kematian Husein sebagai salah satu jalan yang ditempuh untuk mengguncang Islam. Syahru Banu misalnya adalah istri Husein dari keturunan Kaisar Persia yang digulingkan dari tahtanya oleh pasukan Umar Bin Khattab, sedangkan jauh sebelumnya pernah dilakukan Abu Bakar As Siddiq namun belum berhasil menggulingkan Raja Persia yang sombong juga takabur, bahkan hanya Persialah yang berani melukai utusan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selain mencabik-cabik surat dakwah melalui utusan Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam.
Takfir Syiah adalah bentuk pengkafiran yang dilakukan oleh para dedengkot dedengkot Syiah yang berhasil menggubah referensi-referensi agama Syiah yang didasarkan kepada keluarga Ahlul Bait Meskipun tidak ada yang bisa dibuktikan secara ilmiah bahwa kitab-kitab mereka berdasarkan syarat-syarat yang bisa diterima oleh ulama hadis Sunni. Takfiri Syiah berhasil menyusun kitab-kitab diilhami dari dendam Persia untuk menyingkirkan Abu Bakar dan Umar Bin Khattab dari pentas sejarah Islam, selain kitab berisi caci maki, juga dilengkapi dengan fitnah fitnah takfiri Syiah dengan tujuan menebar huru-hara dan kemelut pemikiran di dalam Islam sehingga terpecah belah dalam banyak golongan. Diantaranya yang paling dominan dengan keinginan Persia adalah menebar kebencian para pengikut agama Persia baru yang disebut Syiah kepada seluruh pengikut-pengikutnya, adab Abu Bakar dan Umar serta putri-putrinya, adalah bentuk pelampiasan dendam yang paling berhasil mengacak-acak Islam.

Salah satu contoh kebencian Syiah tertuang dalam Kitab Syiah, sebagaimana berikut: *Sesungguhnya terdapat riwayat khusus bahwa Abu Bakar shalat di belakang Rasulullah SAW dengan memakai berhala yang diikat di lehernya, ia juga sujud kepadanya…”* (Al-Anwar An-Nu’maniyah Juz 1, hal. 53, Cetakan Beirut 1404).

Model takfiri Syiah terhadap Abu Bakar As Siddiq diikuti dengan caci maki dan hinaan, memposisikan Abu Bakar sebagai seorang muslim yang menggantung kan berhala di lehernya tatkala salat bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Al-Kulaini menyebutkan sebuah riwayat. Yaitu dari Ahmad bin Muhammad, dari Wasya’, dari Dawud Al-Himar, dari Abu Ya’fur, dari Abu Abdillah AS berkata, “Aku mendengarnya mengatakan: *Tiga golongan yang tidak diajak bicara Allah pada hari Kiamat, tidak disucikan dan bagi mereka adzab yang pedih yaitu mereka yang mengklaim imamah (kepemimpinan) dari Allah padahal tidak berhak atasnya, dan mereka yang mengingkari imamah dari Allah, juga mereka yang mengaku bahwa dua orang (Abu Bakar dan Umar) itu termasuk bagian dari Islam.”* ( Al-Ushul min Al-Kafi Juz 1 hal. 373)

2 perkataan kitab Syiah yang disandarkan kepada Ahlul Bait berisi penghinaan yang luar biasa juga memposisikan Abu Bakar dan Umar sebagai murtadin adalah budaya Syish yang paling menyebar di dunia ini, hanya karena semata-mata membela gila jabatan orang-orang Persia yang ingin berkuasa kembali dengan menggunakan standar ahlul-bait, seolah-olah otak Persia ini muncul dari Ahlul Bait guna menarik simpati dari Islam yang bersikap guru terhadap Husein bin Ali.

Tidak hanya itu saja yang dilakukan Syiah terhadap Sunni, juga menebar ujaran kebencian anti istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yang tidak pernah sunyi dari mulut-mulut Syiah, tak henti dikembangkan dalam rangka menebar pengaruh, bahwa Aisyah dan Hafsah adalah 2 makhluk yang terkutuk, adalah pelacur yang tidur dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana mulut najis  Syiah,

0 komentar: