Breaking News
Loading...



Oleh Zulkarnain El Madury

Perkembangan syiah di Indonesia sudah tidak bisa dipantau lagi, Entah berapa banyak umat Islam di Indonesia yang terperosok ke dalam pemahaman Syiah. Mungkin sudah tidak terbilang jumlahnya, karena lemahnya semangat anti Syiah dari pemuka pemuka Islam. Sedangkan dari hasil pemantauan di berbagai daerah hampir setiap daerah Islam di Indonesia tidak lepas dari pengaruh syiah, termasuk wilayah Madura dan sekitarnya rupanya menjadi tempat yang aman bagi Syiah karena amalan-amalan orang Madura yang hampir banyak sama dengan karena amalan-amalan orang Madura yang banyak sama ajarannya dengan Syiah.

Di Jawa Barat itu sendiri, tampilnya tokoh syiah sebagai anggota DPR, makin memastikan jumlah Syiah sudah mencapai ratusan ribu, berarti di tahun 2018 ini jumlah penganut Syiah di Jawa Barat sudah berkembang pesat, bisa mencapai jutaan. Termasuk melihat Pilkada Jawa Barat makin mengesankan kalau siang sudah mencapai puncaknya, tinggal pemberontakan yang belum dilakukan Syiah terhadap rezim yang ada, karena agama Syiah memiliki penganut yang fanatik buta dilatih untuk melatih dengan cara-cara yang ditempuh oleh orang-orang dalam merayakan hari Karbala. Sudah pasti akan menjadi malapetaka bagi Indonesia. Belum lagi Jawa Tengah, Jawa Timur dan wilayah timur termasuk Sumatera, kekuatan sini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena bahayanya sudah di depan mata bener-bener akan terjadi revolusi syiah di Indonesia.


Pada acara reuni 212 yang lalu Ternyata banyak sekali orang-orang syiah yang mengambil keuntungan di mimbar 212 sambil meneriakkan ya Hussain ya Hussain, makin mengesankan kalau dia sudah berani tampil di mana-mana dengan kiat-kiatnya yang tak akan disadari oleh banyak orang terutama bagi mereka yang paham Syiah.

Itulah perlunya tokoh-tokoh muslim Sunni harus berdiri dan duduk sejajar menyatukan tekad menghadapi tantangan kedepan yang dirasakan akan sangat berat. Perlu dihidupkan kembali berbagai kajian-kajian anti syiah di seluruh Indonesia sebelum terlambat. Yang jelas sudah di ambang mata kehadiran syiah di Indonesia itu, tidaklah kemudian Indonesia menjadi Suriah kedua yang dilanda peperangan antara etnis Syiah yang sudah pasti akan didukung dari kelompok komunis dan liberal, sedangkan unsur nih yang tidak Memiliki taring yang kuat untuk menghadapi paham Syiah yang didukung oleh kekuatan negara.

Radio rasil bebas sebebas-bebasnya menyiarkan berbagai berita terkait Ahlul Bait Dan disambut antusias sekali oleh pengikut-pengikutnya. Sedangkan semakin hari semakin padam semangat anti Syiah, seiring dengan kekuatan Syiah yang makin berkembang. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita, kenapa kalau Ahok saja bisa jatuh dengan 212 Tidakkah ada 212 sebuah usaha yang dapat menyapu bersih paham Syiah di Indonesia.

0 komentar: