Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Sumber militer lokal mengatakan, sedikitnya 3 warga sipil tewas pada hari Selasa (17/07) ketika sebuah tembakan artileri mortir pemberontak Hutsi menghantam pemukiman penduduk di kota Taiz di bagian barat daya Yaman.

Menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya tersebut, bom mortir Hutsi memakan korban 3 orang tewas dan lebih dari 6 orang lainnya terluka. Insiden terjadi di Taiz yang masuk wilayah distrik Saina.

Menurut sumber yang sama, serangan mortir itu mengakhiri periode beberapa hari terakhir yang relatif tenang tanpa kontak senjata antara pihak-pihak yang berperang di Yaman.

Belum ada respon maupun komentar dari juru bicara Hutsi terkait penjelasan yang berasal dari sumber militer tersebut.

Meski sebagian besar wilayah Taiz masih berada di bawah kekuasaan pasukan pemerintah, namun pemberontak Hutsi terus berupaya mengepung kota itu selama 3 tahun terakhir.

Pertengahan 2016, pasukan pemerintah dengan cepat berhasil mendobrak blokade & kepungan Hutsi dengan menguasai distrik Al-Dabab di bagian barat daya Taiz.

Yaman, salah satu negara Arab termiskin ini terjebak dalam gelombang kekerasan sejak 2014 ketika pemberontak Syiah Hutsi menyerang dan menguasai banyak wilayah, termasuk menduduki ibukota Sana’a.

Konflik bersenjata terus mengalami eskalasi pada tahun 2015 ketika koalisi negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi melancarkan kampanye serangan udara secara masif untuk memberi dukungan kepada pemerintah Yaman yang pro-Saudi.

Berikutnya pada tahun 2016, badan dunia PBB mensponsori perundingan damai di Kuwait namun gagal mengakhiri konflik yang sudah sedemikian destruktif.

Konflik dan kekerasan telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sumber air bersih dan sistem sanitasi. Hal itu menyebabkan PBB mendiskripsikan perkembangan situasi di Yaman sebagai “salah satu bencana kemanusiaan terburuk di era modern”. Kiblat.net

0 komentar: