Breaking News
Loading...

Syiahindonesai.com - Yang kita bahas adalah label halal pada makanan daging yang disembelih oleh orang-orang Iran yang berkeyakinan syiah rafidhah. Apa hukum memakan daging ayam, daging sapi, dan daging sejenisnya yang mana semua itu diimpor dari Iran dan berlabel halal?

Pertama, perlu kita ketahui bahwa syi’ah bukan bagian dari agama islam. Karena banyak sekali keyakinan-keyakinan mereka yang sangat bertentangan dengan ajaran dan pokok islam ahlussunnah wal jama’ah. Dan saya sudah banyak menulis tentang kesesatan dan penyimpangan-penyimpangan mereka. Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata:

فَإِن الروافض لَيْسُوا من الْمُسلمين

“Sesungguhnya syi’ah rafidhah bukanlah bagian dari kaum muslimin” (Al Fashlu fii al milal wa al ahwaa wa an nihal 2/65)

Hal ini senada pula dengan apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ahmad bin Yunus, Imam Bukhari, dll rahimahumullah.

Kedua, sesembelihan non muslim haram untuk dimakan kecuali sesembelihan ahli kitab dari kalangan yahudi dan nashrani. Dan ini sebagaimana yang telah menjadi ijma’ (kesepakatan) para ulama. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Maidah:

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ

“Dan makanan ahli kitab halal untuk kalian dan makanan kalian halal untuk kalian” (QS. Al-Maidah: 5)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsir beliau mengenai ayat ini:

قال ابن عباس، وأبو أمامة، ومجاهد، وسعيد بن جبير، وعكرمة، وعطاء، والحسن، ومكحول، وإبراهيم النخعي، والسدي، ومقاتل بن حيان: يعني ذبائحهم وهذا أمر مجمع عليه بين العلماء: أن ذبائحهم حلال للمسلمين

“Ibnu Abbas, Abu Umamah, Mujahid, Said bin Jubair, Ikrimah, ‘Atha’, Hasan, Makhul, Ibrahim An-Nahkha’i, dan As-Suddi, serta Muqatil bin Hayyan mengatakan: ‘Makanan mereka maksudnya adalah sesembelihan mereka’. Dan ini sudah menjadi ijma’ para ulama bahwasanya sesembelihan mereka adalah halal untuk kaum muslimin” (Tafsir Ibn Katsir 3/40)

Sehingga seluruh sesembelihan non muslim adalah haram dikonsumsi oleh kaum muslimin kecuali sesembelihan ahli kitab saja. Dan dalam masalah ini, syiah adalah non muslim dan tidak termasuk dari bagian ahli kitab. Maka dari itu sesembelihan mereka diharamkan untuk dimakan oleh kaum muslimin. Walaupun mereka menipu dengan membuat label halal pada kemasan, maka tetap saja sesembelihan mereka haram untuk dikonsumsi.

Ketiga, para ulama pun sepakat untuk enggan memakan daging yang dihasilkan dari sesembelihan orang-orang syi’ah. Mari kita lihat pernyataan ulama ahlussunnah tentang sesembelihan orang syi’ah.

- Imam Ahmad bin Yunus rahimahullah berkata:

 لو أنَّ يِهُودِيًّا ذَبَحَ شاةً، وذَبَح رافِضِيٌّ لَاًكًلْتُ ذَبِيحَةَ اليَهُودِيّ، ولمْ آكلْ ذبيحَةَ الرَّافِضِيّ، لأنَّهُ مُرْتَدٌّ عَنِ الإسلامِ

“Seandainya seseorang yahudi menyembelih seekor kambing dan seseorang syiah rafidhah menyembelih kambing, maka aku akan memakan sembelihannya orang yahudi dan tidak akan memakan sesembelihan oran syi’ah. Karena orang syi’ah murtad dari agama islam.” (As Shoorim Al Masluul 1/570)

Dan Ahmad bin Yunus adalah Imam besar dari kalangan ulama ahlussunnah wal jama’ah sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal menyebutnya sebagai Syaikhul Islam.

- Imam Bukhari rahimahullah berkata:

مَا أُبَالِي صَلَّيْتُ خَلْفَ الْجَهْمِيِّ والرَّافِضِيِّ أَمْ صَلَّيْتُ خَلْفَ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى، وَلَا يُسَلَّمُ عَلَيْهِمْ، وَلَا يُعَادُونَ، وَلَا يُنَاكَحُونَ، وَلَا يَشْهَدُونَ، وَلَا تُؤْكَلُ ذَبَائِحُهُمْ

“Aku tidak berpikir akan shalat dibelakang seorang jahmiyyah dan syiah rafidhah, dan aku shalat dibelakang yahudi dan nashrani. Sesungguhnya tidak boleh diucapkan salam untuk mereka, dan mereka tidak boleh dijenguk ketika sakit, dan mereka tidak boleh dinikahi dengan kaum muslimin, dan mereka tidak boleh memberi kesaksian, dan sesembelihan mereka tidak boleh dimakan” (Kholqu Af’aal Al Ibaad hal 33)

Dan banyak ulama lain yang mengatakan hal serupa dengan pernyataan di atas. Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ustadz Abdurrahman Al-Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al-Amiry)

0 komentar: