Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Daraa – Rezim Suriah dan pasukan sekutunya, Rusia, menghujani kota-kota di provinsi Daraa, Suriah selatan, dengan ratusan serangan udara pada Kamis (05/07). Menurut pengawas HAM Suriah (SOHR), ini merupakan serangan paling sengit sejak dua pekan terakhir.

SOHR menghitung, sedikitnya terjadi 600 kali serangan udara, termasuk serangan bom barel/birmil, sejak Rabu malam. Serangan terfokus di kota-kota Daraa yang berbatasan dengan Yordania.

Menurut data lembaga yang bermarkas di London itu, setidaknya enam warga sipil, termasuk seorang wanita dan empat anak-anak, tewas dalam penembakan kota Saida. Kota itu menyaksikan gempuran sengit selama 24 jam lebih.

Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman, menggambarkan saat diwawancara AFP bahwa eskalasi ini “belum pernah terjadi sebelumnya”, sejak dimulainya kampanye militer.

“Jet tempur Suriah dan Rusia menjadikan daerah-daerah ini seperti neraka,” ujarnya.

Rami melihat, gempuran ini bagian dari upaya pihak rezim untuk menteror dan menekan oposisi setelah menolak resolusi yang diajukan Rusia dalam negosiasi menghentikan pertempuran di Suriah selatan.

Wartawan AFP di pinggiran Daraa melaporkan, suara ledakan tidak berhenti sepanjang malam. ia mengungkapkan bahwa ini serangan paling sengit sejak rezim memulai kampanye militer di selatan.

Di saat bersamaan, kata SOHR, rezim untuk pertama kalinya dalam tiga tahun berhasil mengontrol satu titik di perbatasan Suriah-Yordania di selatan kota Basra. Kiblat.net

0 komentar: