Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Idlib – Ulama Suriah Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi menyeru pejuang oposisi di Suriah utara, khususnya di Idlib, untuk mempersiapkan kemungkinan kampanye militer rezim dan Rusia. Setelah berhasil merebut Daraa, Rezim Assad dan Rusia dalam sejumlah kesempatan mengatakan akan menyerang Idlib.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di akun Telegram pada Senin (23/07), ulama ahli hadits ini memperingatakan untuk tidak menjalin kesepakatan dengan rezim dan Rusia. Semua orang telah mengetahui bahwa mereka suka berkhianat.

Berharap pada Turki untuk mencegah kampanye militer tersebut tidak mungkin. Ankara, menurut Syaikh, nampak tidak mampu berbuat ketika mereka bertekad menyerang wilayah oposisi.

Tidak ada kata lain bagi pejuang untuk berjuang sendiri dan melakukan langkah-langkah persiapan. Langkah yag bisa diusahakan menurut Syaikh sebagai berikut:

Pertama: Membentuk ruang operasi bersama sebagaimana yang pernah dilakukan dalam ruang operasi Jaisyul Fath.

Kedua: Membuat benteng dan menggali parit serta pos-pos penjagaan yang melindungi kota

Ketiga: Meningkatkan kekuatan fisik pasukan, melatih mereka keahlian mengoperasikan senjata, menggunakan senjata sniper dan lainnya.

Keempat: Membakar semangat para pemuda dan mendorong mereka untuk berjihad melalui khutbah, pengajian di masjid, front tempur dank amp militer.

Kelima: Membentuk kantor keamanan bersama untuk mengawasi gerakan yang mencoba merusak dari dalam, seperti sel rezim, khawarij dan lainnya.

Keenam: Menempatkkan sipil di lokasi yang aman, seperti di kebun-kebun dan bungker-bungker. Karena keselamatan sipil salah satu sebab keteguhan mujahidin. Dan jika sipil banyak jadi korban maka menyebabkan kemunduran mujahidin.

Sebelumnya, Turki dilaporkan mengeluarkan “Buku Putih untuk Solusi Idlib”. Buku ini telah diajukan kepada pihak Rusia. Dalam buku itu, Turki berupaya mencegah operasi militer rezim dengan menjadikan wilayah itu di bawah kendalinya. Pejuang boleh mengatur wilayah mereka namun tidak boleh memegang senjata berat dan menengah. Kiblat.net

0 komentar: