Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Faksi-faksi jihad di Suriah berusaha untuk menggalang para oposisi melawan serangan yang dilancarkan oleh rezim Syiah Assad, Rusia dan sekutu mereka di bagian barat daya negara itu. Pesawat tempur rezim Suriah dan Rusia telah menggempur lokasi di dalam kota Daraa, serta daerah-daerah di pedesaan sekitarnya, selama lebih dari sepekan. Provinsi Daraa terletak di dekat perbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan.

Faksi-faksi jihad, termasuk Hay’at Tahrir al Sham (HTS) dan “the Guardians of Religion,” menyerukan kepada semua oposisi untuk bergabung melawan serangan brutal rezim. Mereka mungkin berharap untuk memulai koalisi anti-Assad, yang telah berjuang sebelumnya untuk memenangkan pertempuran akhir-akhir ini, Long War Journal melaporkan, Rabu (27/6/2018).

Pada 24 Juni, melalui Kantor Berita Ebaa, HTS mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa AS telah mengatakan tidak akan campur tangan dalam serangan rezim Assad. Dalam pesan terpisah pada hari yang sama, HTS melaporkan bahwa pesawat Rusia telah bergabung dalam pertempuran.

Dalam pesan ketiga pada 24 Juni, HTS menyerukan agar sebuah ruang operasi bersama dibentuk, sehingga semua faksi dan kelompok dapat mengatasi “pertikaian” internal mereka di sekitar mujahidin dan keluarga mereka di Suriah selatan. HTS juga mendorong semua “jurnalis, politisi, pengusaha, organisasi sipil dan institusi untuk memikul tanggung jawab bersama dalam membela wilayah selatan yang telah dibebaskan” dengan “dukungan material dan moral”.

Mengacu pada fakta bahwa HTS bermarkas pusat di provinsi barat laut Suriah, Idlib, koalisi jihad tersebut mengatakan bahwa “pahlawan yang kuat di utara” dapat “mengubah persamaan dan membalikkan meja” terhadap rezim Assad jika para jihadis dan pejuang lainnya “menyatukan barisan dan berperang melawan musuh.”

Hari berikutnya, 25 Juni, organisasi “Guardians of Religion” (Hurras al-Deen) mengeluarkan seruannya sendiri untuk angkat senjata di Suriah selatan. Meskipun kelompok itu mengatakan ingin “bekerja sama” dengan siapa saja yang ingin “menjalankan tugas ini” mempertahankan Suriah selatan, mereka tidak secara eksplisit menyebutkan pernyataan HTS satu hari sebelumnya.

“The Guardians of Religion” secara resmi diluncurkan awal tahun ini dan, berdasarkan informasi di media sosial kelompok tersebut berafiliasi dengan Al Qaeda, Al Qaeda mempromosikan kelompok itu yang dipimpin oleh loyalis al Qaeda.

Tak lama setelah organisasi itu diumumkan pada Februari, mereka mengeluarkan pernyataan yang menyerukan semua Muslim untuk melawan rezim Assad di Ghouta timur.

Pernyataan yang menggemakan pernyataan serupa dari pemimpin senior Al Qaeda untuk menghasilkan operasi yang mengarahkan persatuan jihadis. Jurnalislam.com

0 komentar: